Jakarta (ANTARA News) - Kesalahan besar termasuk hamil dan mempunyai anak di luar nikah bukan berarti kiamat, itu lah tema yang diangkat dalam drama berseri Life UneXpected (kehidupan tak terduga).

Serial yang bakal hadir di layar televisi Hallmark Channel setiap Kamis pukul 21.00 WIB mulai 17 Juni itu bertutur tentang kisah dua anak manusia usia 30-an tahun, yang tidak pernah menyangka akan diperhadapkan pada konsekuensi masa lalu mereka, yakni kehadiran seorang remaja hasil peristiwa "one night stand" yang mereka lakukan semasa SMU.

Ditulis oleh Liz Tigelaar (Brothers and Sisters, American Dreams, What About Brian), serial ini diklaim bisa menjadi bahan refleksi bagi setiap orang untuk menyikapi hal-hal yang mungkin atau telah terjadi pada dirinya.

Pesan yang disampaikan cukup mulia, yakni sikap lari dari tanggung jawab merupakan hal sangat tidak terpuji dan kesalahan besar sekali pun bukan berarti "dunia kiamat", masih ada kesempatan untuk memperbaiki.

Life Unexpected berawal dari kisah Lux (Britt Robertson), remaja yang seumur hidupnya berpindah-pindah dari satu penampungan anak asuh ke penampungan lainnya. Ia mengidap kelainan jantung dan tak satu pun keluarga mau mengadopsinya.

Menjelang ulang tahun ke-16, Lux memutuskan untuk mengendalikan dirinya sendiri, hidup mandiri dan bebas dari sistem penampungan anak asuh.

Namun, keinginan hidup bebas remaja yang satu ini tidak berbanding lurus dengan keputusan pengadilan. Hakim menyatakan ia harus mendapatkan izin dan tanda tangan dari orang tua biologisnya.

Persoalan besar pun muncul di benak Lux, karena ia hanya seorang "anak terbuang".

Pendek cerita, Lux akhirnya bertemu dengan kedua orang tuanya, Nate "Baze" Bazile (Kristoffer Robertson) dan Cate Cassidy (Shiri Appleby). Mereka bertiga untuk pertama kalinya bertemu setelah peristiwa "one night stand" yang dilakukan Nate dan Cate belasan tahun lalu.

Baze sekarang berusia 30-an tahun dan memiliki sebuah bar. Belum berubah, ia masih hidup bergaya semaunya dan sibuk berganti-ganti wanita. Sementara Cate telah menjadi penyiar radio terkenal dan telah bertunangan dengan Ryan (Kerr Smith).

Ketika kembali ke pengadilan, Lux hanya mendapat keputusan dirinya belum boleh hidup mandiri dan harus diasuh Baze dan Cate. Celakanya, ayah dan ibu biologisnya ini enggan membuat komitmen (menikah), sekali pun ia telah hadir di tengah mereka sebagai anak.

Setelah melalui berbagai konflik, Baze dan Cate akhirnya sepakat untuk mencoba memberikan Lux sebuah keluarga yang ia pantas dapatkan, walau mungkin tak sempurna.

Sejak itu pula, muncul banyak persoalan terutama karena sikap Lux yang terbiasa hidup keras dan belum sempat mengenal kasih sayang orang tua, juga Nate yang kadung begitu menikmati kehidupan bebas dan Cate yang sudah punya tunangan.

"Baze sama sekali tidak punya kedewasaan dan bekal untuk menjadi seorang ayah. Namun ia memiliki niatn yang baik dan tidak lagi mau lari dari tanggung jawab," kata Kristoffer Polaha, sang pemeran yang memiliki penampilan mirip JFK jr dan bahkan pernah memerankan sosok itu dalam film televisi America`s Prince.

Tontonan Keluarga

Diproduseri Janet Leahy (Boston Legal, Gilmore Girls) Life Unexpected mendapatkan pujian dan banyak kritikus menyebutnya sebagai Juno bernuansa Gilmore Girls serta setara dengan Dawson`s Creek dan Everwood.

Karen Johnston, Direktur Pemrograman NBC International yang mengoperasikan Hallmark Channel, Universal Channel dan Sci Fi, menyatakan kesuksesan serial Life Unexpected terletak pada ketidaksempurnaan pribadi dan situasi yang dialami para tokoh dalam cerita.

"Penonton akan memahami dinamika kehidupan orang yang tanpa sadar memiliki kelemahan, permasalahan serta perubahan hidup dari kekecewaan yang mereka rasakan akibat kehamilan di luar nikah dan penyerahan Lux ke panti asuhan. Semakin mereka mencoba tidak mengecewakan orang, semakin mereka mengecewakan orang lain," kata Karen.

Dari sisi pemain, penonton tidak akan bertanya-tanya karena wajah para bintang serial itu sudah sering muncul di televisi. Sebut saja, Kristoffer Polaha yang sudah membintangi North Shore, Miss Guided, Mad Men, Bones, House dan CSI: Miami, kemudian Shiri Appleby yang berperan di Roswell, Six Degrees, ER, dan film Charlie Wilson`s War.

Selanjutnya ada Kerr Smith (Dawson`s Creek, Eli Stone, Justice, CSI: NY, Charmed, The Closer dan CSI: Miami), dan si mungil Britt Robertson yang telah tampil di beberapa film seperti Mother and Child, Dan in Real Life, Keeping up with the Steins, Swingtown, Jesse Stone: Night Passage, dan The Tenth Circle.

Lebih dari itu, serial ini juga menghadirkan sederet pemeran pembantu termasuk Reggie Austin sebagai Jamie, Lucia Walters (Fern), Ksenia Solo (Natasha "Tasha"), Rafi Gavron (Bobby "Bug" Guthrie, Austin Butler (Jones), Erin Karpluk (Alice), Robin Thomas (Mr. Bazile), Alexandra Breckenridge (Abby Cassidy), Cynthia Stevenson (Laverne Cassidy), dan Keegan Connor Tracy (Jenny).

Dari sisi kritikus film, seperti tertulis dalam Wikipedia, Life Unexpected dinilai memiliki kekuatan Liz Tigelaar, penulis naskah yang sudah cukup banyak menerima penghargaan.

Satu "review" yang dimuat Los Angeles Times menyebutnya sebagai penulis cerdas dengan karya-karya yang mendalam. Randee Dawn dari koran The Hollywood Reported menyatakan naskah-naskah Tigelaar punya rasa dan dialog-dialog buatannya sangat mengena.

Yang patut dipertanyakan, mungkin adalah pendapat Brian Ford Sullivan dari The Futon Critics yang menuding Liz Tigelaar dan sutradara Gary Fleder telah menjadikan Lux sebagai penggambaran kehidupan nyata sang penulis naskah.

Pendapat miring dilontarkan Paige Wiser dalam review yang ditulisnya untuk Chicago Sun Times. Ia menyebut Life Unexpected sebagai sebuah kisah yang mudah ditebak alurnya.

Lebih dari Wiser, kritikus film koran The Post bahkan menyatakan inti drama kehidupan Lux terlalu cepat dibuka, hanya dalam waktu 15 menit pertamanya.

Terlepas dari pendapat para kritikus film, Karen Johnston menyatakan nilai tinggi Life Unexpected terletak pada unsur drama, kisah cinta segitiga, pesan moral dan humornya yang dikemas dengan ringan namun menggugah.

Menjadikan drama itu cocok untuk dinikmati orang tua bersama anaknya tanpa merasa risih. Kaum remaja dan dewasa pun bisa nyaman menyaksikannya bersama keluarga di rumah tanpa harus merasa digurui.

(T.J007/A011/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010