IDI Jember: 60 dokter pernah terpapar COVID-19

IDI Jember: 60 dokter pernah terpapar COVID-19

Tangkapan layar Ketua IDI Jember Alfi Yudisianto saat menjadi narasumber dalam kegiatan dialog publik di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Rabu (7/4/2021). (ANTARA/ Zumrotun Solichah)

Jumlah dokter yang terpapar dari segi persentase cukup besar
Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jember Alfi Yudisianto mengatakan lebih dari 60 dokter di Kabupaten Jember, Jawa Timur pernah terpapar COVID-19 selama pandemi hingga awal April 2021.

"Jumlah dokter di Jember tercatat sekitar 700 orang dan yang sudah terpapar COVID-19 mencapai 10 persen. Jumlah dokter yang terpapar dari segi persentase cukup besar," katanya di Jember, Kamis.

Ia mengatakan ada dua dokter di Jember yang meninggal dunia karena COVID-19 yakni dokter umum dan spesialis obgyn, sehingga semakin menambah jumlah dokter di Jawa Timur yang meninggal akibat terpapar virus Corona.

"Kami berharap tidak ada lagi dokter dan tenaga kesehatan yang meninggal dunia karena terpapar COVID-19 seiring dengan menurunnya jumlah kasus positif," tuturnya.

Alfi menjelaskan dokter yang terpapar COVID-19 karena memang pekerjaannya yang rentan tertular virus corona dari pasien, meskipun sudah menjalankan protokol kesehatan semaksimal mungkin.

Baca juga: Tiga dokter kandungan RSD dr Soebandi Jember terpapar COVID-19

Baca juga: 22 nakes dan tujuh dokter di RS Jogja positif COVID-19


"Dokter sering ketemu pasien positif, apalagi kasus COVID-19 di Jember membeludak pada Desember 2020 hingga Januari 2021 membuat para dokter lelah yang berdampak pada turunnya imunitas, sehingga mudah terpapar virus Corona," katanya.

Sekuat apapun protokol kesehatan yang dijalankan oleh dokter, lanjut dia, tidak mampu membendung virus Corona karena tingginya intensitas dokter bertemu pasien positif, sehingga banyak faktor yang menyebabkan para dokter terpapar COVID-19.

"Para dokter yang mengerti dan waspada saja bisa tertular COVID-19, apalagi masyarakat yang tidak mengerti dan tidak waspada penyebaran virus Corona," ujarnya.

Menurutnya tenaga kesehatan menjadi tumpuan dan garda terdepan dalam penanganan COVID-19 ketika kasus positifnya meningkat, sehingga diharapkan masyarakat untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan.

Sementara berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jember pada 7 April 2021 tercatat jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 6.797 orang, pasien sembuh 6.317 orang dan meninggal dunia 449 orang.

Baca juga: Bupati Sleman terus dipantau dokter spesialis penyakit dalam

Baca juga: Tiga dokter di Bulungan, Kalimantan Utara positif COVID-19

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar