Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan multimedia PT Mahaka Media Tbk (ABBA) menyepakati penawaran umum terbatas (rights issue) V dalam penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) senilai Rp139,978 miliar.

Direktur Utama Mahaka Media, Rudi S Laksmana, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta, Selasa, menjelaskan, jumlah saham yang akan dilepas itu sebanyak 1.333.125.000 saham biasa atas nama dengan harga penawaran Rp105 per lembarnya.

Rudi menjelaskan, dana rights issue itu akan digunakan untuk pengambilalihan sebagian saham (akuisisi) PT Adhara Dhanapa Mahardhika (holding companny) majalah Golf Digest Indonesia dan Parents Indonesia) sebesar Rp12,750 miliar, dan akuisisi PT Emas Indonesia Duaribu (surat kabar Harian Indonesia) Rp13,500 miliar.

Selain itu akuisisi PT Danapati Abinaya Investama (Jak TV) Rp55,500 miliar, akuisisi PT Suara Irama Indah (Jak FM) Rp11,278 miliar, akuisisi PT Radio Attahiriyah (Gen FM) Rp19 miliar, dan peningkatan penyertaan saham di PT Republika Media Mandiri (Harian Umum Republika) Rp17,6 miliar.

Sisanya yang Rp8,5 miliar, katanya, akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Dengan sejumlah akuisisi itu, Mahaka Media menjadi complete media yang terdiri atas media cetak, elektronik, radio, dan online.

"Dengan dilaksanakan aksi korporat ini, perseroan berharap dapat memperkuat positioning sebagai perusahaan multimedia, meningkatkan efisiensi dan efektivitas didalam usaham, serta meningkatkan pendapatan dan laba perseroan," ujarnya.

Usai right issue selesai, Rudi mengatakan, pada semester II tahun ini perseroan akan memasuki bisnis TV Channel dengan program yang berbasis Islami.

"Untuk rencana itu, pasti ada. Kita akan memasuki TV Channel berbasis syariah. Rencananya setelah selesai rights issue ini, mungkin semester dua akan terlaksana," katanya.

Sebelumnya, bos Adaro, Garibaldi Boy Thohir, akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dengan komitmen menyerap satu miliar saham baru jika tidak ada yang mengeksekusi. Komitmen eksekusi pada harga Rp105 per saham sehingga dana yang akan dikeluarkan Garibaldi sebesar maksimal Rp105 miliar.

Jika tidak ada pemegang saham lama yang mengeksekusi haknya, Boy akan menjadi pengendali baru ABBA dengan kepemilikan sebanyak 36,3 persen saham.

Selain Boy, PT Wahana Makmur Sejati juga sepakat menjadi pembeli siaga "rights issue" ini dengan komitmen menyerap 333.125.000 saham baru yang tidak diserap pada harga sama, atau totalnya sebesar Rp34,978 miliar.

Sekarang jumlah saham dalam modal disetor ABBA 1.422.000.000 lembar dan setelah penawaran saham terbatas akan bertambah menjadi 2.755.125.000 saham.

Dalam RUPSLB ABBA juga disetujui pengangkatan Erick Thohir yang semula sebagai pemilik perseroan, kini masuk dalam jajaran komisaris perseroan. Jajaran komisaris lengkap yakni, Komisaris Utama Abdulgani, Harry Zulnardy, Gavin O`Reilly, Rosan Perkasa Roeslani, Erick Thohir, serta Komisaris Independen Pradjoto.

Sementara itu, susunan direksi yang ada saat ini yakni, Direktur Utama Rudi S Laksmana, dan dewan direksi yaitu Direktur Keuangan Yahya Basalamah, Direktur Operasional Susie Hatadji, Direktur Broadcasting Adrian Syarkawi, Direktur Publishing Daniel Wewengkang, dan Direktur Out of Home Media Agoosh Yoosran.

(KR-ZMF/A023/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010