Jakarta (ANTARA News) - Institute for International Policy Studies (IIPS) Jepang menganugerahkan penghargaan "Nakasone Yasuhiro Award" kepada Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Senin (28/6) malam, atas kajian mengenai ilmu hubungan internasional.

Siaran berita yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, menyebutkan, acara penganugerahan Nakasone Award yang berlangsung di Hotel Ana Intercontinenal Tokyo itu dihadiri Dubes Indonesia untuk Jepang Prof Jusuf Anwar, wartawan, guru besar berbagai universitas Jepang, diplomat dan pemerhati masalah-masalah global dari Tokyo dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Anies Baswedan mengatakan, kunci untuk kemajuan Indonesia adalah bila setiap orang di Indonesia menyadari bahwa kekayaan terbesar Indonesia bukanlah "alam Indonesia" tetapi "manusia Indonesia".

Jika visi itu menjadi pandangan seluruh rakyat Indonesia, maka demokratisasi yang sekarang dijalankan, bisa mengarahkan kita untuk meraih seluruh janji-janji kemerdekaan, tambah Anies.

Pemberian penghargaan dilakukan sendiri oleh Yasuhiro Nakasone, mantan Perdana Menteri Jepang yang kini berusia 92 tahun, kata Direktur Marketing & Public Relations Universitas Paramadina, Syafiq Basri Assegaff.

Syafiq mengatakan bahwa para calon penerima Nakasone Award diseleksi dari kalangan intelektual muda (sekitar 40-an tahun) dari Jepang dan negara-negara di wilayah Asia-Pasifik.

Award itu dimaksudkan sebagai penghargaan atas capaian penting dalam bidang politik, ekonomi, kebudayaan, sains dan teknologi serta sebagai dukungan untuk usaha dalam mengkontribusi terwujudnya perdamaian dan kesejahtaraan pada masyarakat dunia, tambah Syafiq.

Anies, yang dikenal sederhana dan selalu optimis, menganggap bahwa berbagai penghargaan yang diterimanya dari luar negeri sebenarnya menggambarkan kian besarnya perhatian dunia terhadap Indonesia.

Bagi Paramadina, Nakasone Award itu menjadi sinyal bahwa nilai sebuah lembaga pendidikan bukan diukur dari besarnya, melainkan dari mutu orang-orang yang ada di belakangnya.

Jepang sendiri juga bukan negara berpenduduk terbesar di dunia, tapi sejak lama kita tahu kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) negeri itulah yang menjadi faktor sangat menentukan kemajuannya, kata Anies.

Ini penghargaan dari Jepang yang kedua bagi Rektor Paramadina itu. April 2010 lalu majalah berbahasa Jepang "Foresight" menempatkan Anies bersama PM Rusia Putin, Presiden Venzuela Hugo Chavez, Rahul Gandhi dan 16 tokoh lainnya sebagai 20 orang yang harus "diamati" karena diperkirakan akan sangat berperan membawa perubahan dunia untuk 20 tahun mendatang.

Penerima penghargaan, selain Anies Basqwedan adalah Michael Auslin (Amerika), Maria RD Carlos (Filipina), dan Toru Yokota (Jepang).

Menurut Direktur Ekeskutif IIPS Shinichi Kitaoka, lebih dari 300 nama yang dinominasikan, panitia menseleksi kandidat menjadi 11 finalis, enam dari luar Jepang dan lima dari Jepang. Hasil kajian tim seleksi yang terdiri dari ahli-ahli internasional dari Jepang, akhirnya memilih empat kandidat tersebut.

Yasuhiro Nakasone dikenal sebagai negarawan kawakan yang paling disegani di Jepang, dan mungkin di belahan dunia lainnya. Mantan Perdana Menteri Jepang (1982-1987) itu juga sukses melakukan privatisasi BUMN Jepang.

Kisah suksesnya antara lain tercatat ketika ia merombak perusahaan kereta-api Jepang sehingga menjadi sangat efisien. Nakasone dihormati publik di Jepang karena dinilai mampu mengembalikan nasionalisme bangsanya dalam peran mereka di dunia internasional.

IIPS berdiri pada 1988, setahun sesudah Nakasone berhenti dari jabatan PM. Lembaga bergengsi ini melakukan berbagai riset, menyelenggarakan konperensi internasional dan diskusi bersama ahli-ahli ternama dari Jepang dan luar negeri.

IIPS juga menjalin kerja sama riset dengan banyak lembaga penelitian ternama di dunia.

Di antara panitia Nakasone Award tahun ini adalah Presiden IIPS Ken Sato, Professor Gerald Curtis (Columbia University), CEO Airbus Jepang Glen Fukushima, penasihat senior perusahaan baja Jepang, Nippon Steel Corp. Takashi Imai, Direktur Riset IIPS Kenichi Kitaoka, dan Penasihat Fuji Xerox Co., Ltd Yotaro Kobayashi.(*)
(Tz.KR-IFB/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010