Warga serahkan senjata api rakitan ke Satgas Pamtas RI-Timor Leste

Warga serahkan senjata api rakitan ke Satgas Pamtas RI-Timor Leste

Seorang personel Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad (kanan) memegang senjata api rakitan yang diserahkan warga Desa Honuk, Kabupaten Kupang, NTT, saat berposes bersama rekannya dan sejumlah warga dari keluarga pemilik senjata api. (ANTARA/HO- Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad.

Kupang (ANTARA) - Seorang warga Desa Honuk, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, berinisial AB (40) menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan untuk diamankan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Timor Leste Sektor Barat.

"Senjata api yang diserahkan bapak AB ini berjenis rakitan yang masih aktif," kata Komandan Pos Oepoli Sungai Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad Serka Nugraha saat dikonfirmasi, Jumat.

Kepemilikan senjata api diketahui bermula dari kegiatan komunikasi sosial yang dilakukan personel TNI-AD Pos Oepoli Sungai yang mengadakan sosialisasi cara hidup sehat dan bercocok tanam serta pembagian alkitab dan kaos Merah Putih kepada warga Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat.

Baca juga: Satgas Pamtas amankan kayu olahan ilegal di perbatasan RI-Malaysia
Baca juga: Satgas TNI beri latihan bela diri karate untuk anak di perbatasan


Dalam kegiatan itu diperoleh informasi tentang kepemilikan senjata api rakitan oleh seorang warga berinisial AB.

Menindaklanjuti informasi tersebut, kata dia dua personel Sertu Irwan dan Pratu Uswatun melakukan pendalaman dengan cara melakukan komunikasi secara intensif dan memberikan pemahaman hukum kepada AB.

"Setelah mendapatkan edukasi dan pemahaman hukum tentang larangan terkait senjata api, bapak AB secara sadar dan sukarela menyerahkan senjata rakitan itu," katanya.

Nugraha mengatakan sudah seharusnya masyarakat menyerahkan senjata yang dimiliki secara pribadi kepada anggota satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad terkait dengan bahayanya memiliki, menguasai, menyimpan, menyembunyikan dan menyalahgunakan senjata secara pribadi karena bertentangan dengan hukum yang berlaku.

"Oleh karena itu saya sangat berterima kasih dan sangat mengapresiasi bapak AB yang sudah bersedia menyerahkan senjata yang beliau miliki secara sukarela," katanya.

Senjata tersebut saat ini telah diamankan di Pos Oepoli Sungai Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat dalam keadaan aman, katanya.

Untuk diketahui sebelumnya penyerahan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat juga menerima granat aktif yang diserahkan Fobiah (39) warga Desa Saenan, Kabupaten Timor Tengah.

Selain itu warga lain di Desa Saenan, Mikael (56) juga menyerahkan puluhan butir peluru aktif untuk diamankan Satgas Pamtas RI-Timor Leste Sektor Barat.

Baca juga: Masa tanggap darurat bencana Siklon Seroja NTT akan diperpanjang
Baca juga: BMKG: Seroja, siklon tropis terkuat kedua setelah Kenanga

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Melihat usaha kuliner se'i khas NTT di Palembang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar