Jakarta (ANTARA News) - Penyanyi rock legendaris Ahmad Albar memerankan seorang Gay dalam film terbarunya D'Love yang disutradarai oleh Helfi Kardit dan diputar perdana di Planet Hollywood Jakarta, Selasa.

"Saya bersyukur tidak memerankan seorang Gay yang lemah gemulai dan saat ini saya belum gay," kata Ahmad Albar ketika berkelakar dengan media.

Vokalis band "The Godbless" mengatakan, film itu merupakan awal kembalinya ia ke dunia perfilman setelah vakum beberapa lama. Bermain dalam film tersebut bagi sang rocker suatu hiburan sekaligus melepas kangen dengan film.

"Mas Iyek (pangilan Ahmad Albar) tampil luar biasa, dia sangat mengesankan sebagai Bagaskara dan saya sungguh dapat bekerjasama lagi dengannya dalam film selanjutnya," ujar Helfi Kardit ketika mengisi konferensi pers dengan rekan media.

Film perdana yang diproduksi Bintang Timur Film akan beredar mulai 29 Juli 2010 di bioskop seluruh Indonesia.

D'Love, merupakan film drama remaja yang mengisahkan cinta segitiga dan kondisi sosial kehidupan masyarakat kelas bawah seperti petarung jalanan hingga prostitusi di tingkat anak sekolah.

Helfi yang juga sebagai produser mengatakan, pemilihan tema cinta karena cinta sesuatu hal yang ajaib, indah dalam setiap dimensinya, bahkan ketika cinta hadir dalam tragedi sekali pun.

Dan dibalik semua magnet keajaiban cinta terdapat realita hidup yang sangat dramatik, terlebih ketika para tokoh berjibaku menghadapi masalah tersebut.

Selain Ahmad Albar, D'Love yang dibuat sejak akhir tahun 2009 juga dibintangi artis Rebecca Reijman, Aurelie Moeremans dan Agung Saga dan memilih lokasi shooting di sekitar kawasan rel kereta api di kawasan tua Kota Jakarta.

Aurelie Moeramans yang memerankan tokoh Aprilia, menceritakan sedikit tentang perannya,"Saya memerankan Aprilia, seorang pianis muda yang kesepian dan harus menerima kenyataan bahwa saya anak haram dari seorang pembantu dengan majikannya dan kemudian diangkat anak oleh seorang gay."

Dalam film D'Love setiap karakter diceritakan mengalami perjalanan pencarian jati diri yang penuh warna, salah satunya tokoh Baskara yang seorang gay (Ahmad ALbar), dimana ia harus berusaha ekstra keras untuk menumbuhkan percaya diri dan saling menghargai terutama dihadapan putrinya hasil adopsi.

"Sebagai seorang sutradara, saya tertantang untuk menghasilkan suatu karya seni dan sebagai seorang produser film saya harus melihat film sebagai suatu produk yang layak diapresiasi oleh masyarakat," ujar Helfi yang juga pernah menyutradarai film Bangku Kosong, Lantai 13, dan The Sexy City.

(Adm/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010