Disdikbud NTT apresiasi FHCI-BUMN bantu perbaikan sekolah rusak

Disdikbud NTT apresiasi FHCI-BUMN bantu perbaikan sekolah rusak

Penyaluran bantuan revitalisasi sekolah terdampak badai Seroja di NTT oleh Forum Human Capital Indonesia (FHCI) bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (ANTARA/HO-Disdikbud NTT)

Kupang (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Nusa Tenggara Timur mengapresiasi Forum Human Capital Indonesia (FHCI) bersama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyalurkan bantuan untuk perbaikan sejumlah sekolah di NTT yang terdampak bencana alam siklon tropis Seroja.

"Terus terang sekolah-sekolah yang rusak akibat badai Seroja sangat mengharapkan bantuan seperti ini dan FHCI dan Kementerian BUMN hadir menjawab harapan mereka," kata Kepala Disdikbus NTT Linus Lusi di Kupang, Sabtu.

FHCI dan Kementerian BUMN menyalurkan bantuan untuk revitalisasi tiga sekolah di NTT yang rusak akibat badai siklon tropis Seroja pada 4-5 April 2021 yaitu SMAN 5 Kupang, SMAN 7 Kupang, dan SMA Ki Hajar Dewantoro.

Bantuan diberikan pada tahap awal berupa uang tunai sebesar Rp300 juta yang telah diserahkan perwakilan FHCI, Sulung Raspati, bersama dengan Yayasan BUMN untuk Indonesia yang diterima oleh Sekda Provinsi NTT, Benediktus Polo Maing.

Bantuan tersebut digunakan untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak berupa atap sekolah ambruk serta bangunan sekolah pun rusak.

Linus Lusi mengatakan bantuan dana revitalisasi ini memang sangat diharapkan pihak sekolah yang terdampak bencana karena mereka juga keteteran dalam pendanaan.

Selain karena banyaknya guru honorer yang dibiayai oleh komite dan dana bos, siswa pada umumnya belajar daring (dalam jaringan) menyulitkan sekolah dalam pembiayaan situasional.

"Kami temukan beberapa sekolah yang dibantu ini memang mengalami kerusakan berat. Sehingga saat dihubungi kami langsung menyampaikan sasaran ideal sekolah yang patut mendapat bantuan," katanya.

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Arief Mujayatno
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Update banjir bandang NTT : korban hilang menjadi 48 orang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar