BMKG prakirakan potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia

BMKG prakirakan potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia

Ilustrasi - Seorang pengendara motor menerjang hujan deras yang mengguyur Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (15/4/2021). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/aww

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi hujan sedang sampai lebat di beberapa daerah di Indonesia, termasuk di wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan pada hari ini.

"Hasil analisis dinamika atmosfer laut menunjukkan bahwa terdapat aktivitas fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) di wilayah Indonesia yang teramatip bersamaan dengan aktifnya fenomena gelombang ekuatorial lainnya seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial," ujar Deputi Bidang Meteorologi Guswanto di Jakarta, Senin.

Selain itu terdapat pula pola sirkulasi siklonik di Laut Sulu dan Papua Barat yang dapat membentuk pertemuan dan perlambatan kecepatan angin. Kondisi atmosfer yang masih labil pada skala lokal juga mampu meningkatkan potensi konvektif kuat, menyebabkan pembentukan awan hujan menjadi lebih intensif di beberapa wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan potensi hujan sedang dan lebat pada periode 10-12 Mei 2021 di Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Baca juga: DKI Jakarta cerah berawan pada Senin

Selain itu berpotensi hujan pula terjadi di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Potensi cuaca itu juga dapat memiliki risiko menimbulkan banjir dan bandang dengan beberapa daerah yang masuk kategori waspada adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

BMKG juga memperingatkan Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Papua masuk dalam kategori waspada banjir dan bandang.

"BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode pancaroba," ujar Guswanto.

Baca juga: BMKG perkirakan mayoritas daerah diguyur hujan
Baca juga: BMKG: Fenomena alam "waters pout" di Manokwari bahaya bagi nelayan

 

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini penyebab cuaca di Sulteng berbeda dengan daerah lain

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar