Kapasitas ruang rawat pasien COVID-19 di Batam kian terbatas

Kapasitas ruang rawat pasien COVID-19 di Batam kian terbatas

Data COVID-19 di Kota Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Dinkes Batam

Batam (ANTARA) - Kapasitas ruang rawat pasien positif COVID-19 di Kota Batam kian terbatas, seiring meningkatnya angka penularan di daerah setempat.

"Ruang rawat masih ada, walau enggak banyak," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi di Batam Kepulauan Riau, Sabtu.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam mencatat terdapat 608 orang pasien positif COVID-19 yang masih aktif di kota itu, hingga Jumat malam.

Sebanyak 346 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dan yang lainnya dirawat di 12 rumah sakit yang tersebar di penjuru kota, di antaranya RS Awal Bros sebanyak 50 orang, RS Elisabeth Batam Kota 49 orang, dan RSUD Embung Fatimah 36 orang.

Baca juga: Ruang karantina pasien COVID-19 di LPMP Kepri penuh, sebut satgas
Baca juga: IDI nilai pengawasan protokol kesehatan mulai longgar di Kepri


Sedangkan RS Khusus Infeksi Pulau Galang kini tidak lagi merawat warga Batam yang positif COVID-19, karena berkonsentrasi pada perawatan pekerja migran Indonesia, yang juga terpapar virus corona saat pulang dari Malaysia.

Sementara itu, secara keseluruhan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat total 7.836 warga positif, sebanyak 7.058 orang di antaranya dinyatakan sembuh, 170 orang meninggal dan 608 lainnya sedang dirawat.

"Tingkat kematian 2,169 persen, tingkat kesembuhan 90,071 persen, dan tingkat kasus aktif 7,759 persen," kata Didi.

Penularan COVID-19 di Batam sudah sampai ke pulau-pulau penyangga.

Bahkan dari tiga kecamatan pulau penyangga, hanya satu yang masih bersih dari paparan virus corona yaitu Galang, sedangkan Kecamatan Belakangpadang berzona merah dengan 16 orang sedang dirawat dan Bulang dengan seorang dirawat.

Sedangkan di pulau utama, seluruh (sembilan) kecamatan di sana berzona merah.

Baca juga: Mendagri nilai Provinsi Kepri berhasil kendalikan COVID-19
Baca juga: IDI Kepri dukung larangan mudik karena berisiko sebarkan COVID-19

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar