Pangkalpinang (ANTARA News) - Dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur di Provinsi Bangka Belitung (Babel), 70 persen pelakunya merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang sudah dikenalnya.

"Kebanyakan pelecehan seksual yang terjadi di Babel dilakukan orang terdekat atau orang dikenal, untuk itu kami meminta kepada orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, KB dan Perlindungan Anak (BPPKBPA) Babel Nursa`adah di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menjelaskan, peran orang tua sangat diperlukan untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya.

"Selama ini kami melihat masih banyak kelalaian yang dilakukan orang tua dalam menjaga anak-anaknya, sehingga pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap anak dibawah umur sering terjadi," ujarnya.

Menurut dia, orang tua juga harus selektif dalam menerima tamu untuk menginap di rumah walaupun sahabat atau kerabat dekat.

"Selama ini yang kami temui di lapangan faktor penyebab terjadinya pelecehan seksual lemahnya iman seseorang, sehingga mudah tergoda hal-hal yang dilarang dalam agama," katanya.

Dalam menyelesaikan permasalah tersebut, BPPKBPA menggunakan metode mediasi terlebih dahulu.

"Kami akan membicarakan bersama untuk memperoleh kesepakatan, namun harus melihat terlebih dahulu kasus yang dialami," ujarnya.

Ia menambahkan, BPPKBPA memiliki pusat untuk melakukan penampungan masalah dan melakukan penyelesaian melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

"Setiap permasalahan dibahas terlebih dahulu, kemudian jika memang harus dilanjutkan ke proses hukum, maka akan dilanjutkan untuk memberikan hukuman dan sekaligus sebagai efek jera terhadap pelaku," katanya.

(ANT/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010