AS jajaki upaya internasional bantu amankan bandara Kabul Afghanistan

AS jajaki upaya internasional bantu amankan bandara Kabul Afghanistan

Sejumlah personel kepolisian berjaga di sebuah titik pemeriksaan di Kota Kabul, Afghanistan, Senin (19/4/2021). Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan penarikan seluruh pasukan dari Afghanistan pada 11 September mendatang, menandai 20 tahun serangan teroris bersejarah di World Trade Center di New York. ANTARA FOTO/REUTERS/Omar Sobhani/wsj.

Washington (ANTARA) -  Amerika Serikat dan para sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sedang menjajaki kemungkinan upaya internasional untuk membantu mengamankan bandara di Kabul, Afghanistan, setelah pasukan AS menarik diri dari negara itu.

Upaya itu disampaikan oleh jenderal angkatan darat AS Mark Milley pada Selasa (19/5).

Milley, yang merupakan ketua Kepala Staf Gabungan AS (Joint Chiefs of Staff/JCS), mengatakan kondisi bandara yang aman akan sangat penting untuk memastikan bahwa Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya dari Eropa dapat mempertahankan keberadaan kedutaan besar di Afghanistan.

Kepala Staf Gabungan (JCS) adalah badan yang menaungi para pemimpin paling senior di Departemen Pertahanan Amerika Serikat, yang menjadi penasihat presiden, menteri pertahanan, dewan keamanan dalam negeri, dan dewan keamanan nasional AS untuk masalah militer.

"Kami sedang mengerjakan perincian tentang cara mengamankan bandara, cara mendukung militer Afghanistan mengamankan bandara, dan negara-negara mana saja yang bersedia berkontribusi untuk melakukan itu," kata Milley kepada wartawan sesaat sebelum mendarat di Washington setelah pembicaraan dengan para sekutu di NATO di Brussels.

Perintah Presiden Joe Biden pada April, untuk menarik semua pasukan pada 11 September, dapat mengobarkan konflik internal Afghanistan, yakni antara pemerintah Afghanistan --yang didukung secara internasional-- dan kelompok Taliban.

Pemerintahan Biden telah menekankan bahwa Amerika Serikat akan tetap berkomitmen untuk mendukung Afghanistan meskipun AS mengalihkan fokusnya ke diplomasi sambil melanjutkan dukungan keuangan yang kuat ke Kabul.

Namun, diplomasi semacam itu --termasuk upaya untuk mendorong perjanjian perdamaian yang sejauh ini sulit dipahami antara Kabul dan Taliban-- akan sangat terdampak jika Amerika Serikat dan sekutu Eropanya tidak dapat membuka kedutaan besar karena ancaman keamanan di Afghanistan.

"Itu (keamanan bandara Kabul) adalah salah satu kunci untuk mempertahankan kehadiran diplomatik," ujar Milley saat berbicara tentang bandara Kabul.

Dia mengatakan kepala pertahanan NATO membahas masalah tersebut di Brussels pada Selasa (19/5). Akan tetapi, keputusan tentang penempatan pasukan keamanan oleh masing-masing negara untuk bandara akan dibuat kemudian oleh kepemimpinan politik, katanya.

Dia menyebutkan konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO mendatang akan dilaksanakan pada Juni.

Milley menolak untuk berspekulasi tentang seberapa banyak pasukan internasional di bandara.

"Saya pikir NATO dan lainnya sedang mengerjakan itu dalam berbagai kelompok kerja untuk melihat berapa jumlah pastinya. Angka-angka itu tidak diketahui sekarang," katanya.

Sumber: Reuters

Baca juga: Ledakan masjid saat salat Jumat di Kabul tewaskan 12 orang

Baca juga: Bom meledak di bus di Afghanistan, 11 orang tewas

Baca juga: Stoltenberg: Penarikan NATO di Afghanistan tergantung level kekerasan 


 

Pemerintah Afghanistan hormati keputusan AS tarik pasukan

Penerjemah: Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar