TNI AL-Kemendikbud teken PKS jamin pendidikan anak awak KRI Nanggala

TNI AL-Kemendikbud teken PKS jamin pendidikan anak awak KRI Nanggala

Arsip. Personel TNI membawa karangan bunga dan menaburkan bunga di perairan utara Bali, Labuan Lalang, Buleleng, Bali, Kamis (29/4/2021). Kegiatan tabur bunga tersebut dilakukan sebagai penghormatan terakhir bagi seluruh awak KRI Nanggala-402 yang gugur setelah kapal selam itu tenggelam di perairan utara Bali (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.)

Jakarta (ANTARA) -
TNI Angkatan Laut dan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Beasiswa Unggulan Penghargaan untuk menjamin pendidikan putra-putri awak KRI Nanggala-402.
 
Penandatanganan PKS beasiswa dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga perguruan tinggi itu dilakukan secara daring, di Jakarta, Selasa, seperti dikutip dalam siaran persnya.
 
Pihak TNI AL melakukan penandatanganan dari Mabesal Cilangkap, sementara Kemendikbudristek RI di kantor Kemendikbud di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa.
 
PKS Beasiswa Unggulan Penghargaan ini ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Ainun Na'im, sedangkan wakil pihak TNI AL yang menandatangani yaitu Asisten Personel (Aspers) Kasal Laksamana Muda TNI Irwan Achmadi.

Baca juga: Panglima TNI, Kasal bahas modernisasi alutsista bersama Komisi I DPR
 
Penandatangan PKS ini juga disaksikan langsung keluarga KRI Nanggala-402 secara virtual dari rumah masing-masing.
 
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono dalam sambutannya melalui tayangan video menyampaikan bahwa, penandatanganan perjanjian kerja sama yang dilaksanakan merupakan amanah Presiden Joko Widodo sebagai wujud penghargaan yang tinggi atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian para awak KRI Nanggala-402 yang telah diberikan kepada bangsa dan negara Indonesia.
 
Penghargaan yang diberikan pemerintah berupa pemberian beasiswa unggulan yang terdiri dari biaya pendidikan, biaya hidup dan biaya buku untuk menempuh pendidikan formal mulai dari jenjang pendidikan dasar sampai dengan jenjang pendidikan tinggi Strata Satu (S1/D4) pada satuan pendidikan di Indonesia.
 
"Saya berharap, penandatanganan kerja sama ini dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai perjanjian yang telah disepakati untuk menyalurkan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemberian beasiswa pendidikan bagi putra-putri awak KRI Nanggala-402," kata Laksamana Yudo.
 
Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, mengatakan bahwa, KRI Nanggala-402 beserta awaknya merupakan patriot bangsa yang berjasa menjaga kedaulatan negeri melalui berbagai operasi di kawasan perairan Indonesia.
 
Oleh karena itu, sebagai bentuk penghargaan Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar putra-putri KRI Nanggala diberikan jaminan pendidikan dari Sekolah Dasar sampai dengan perguruan tinggi.
 
"Pemberian beasiswa kepada 86 anak dari 53 awak KRI Nanggala-402 ini tentunya tidak sepadan dengan pengabdian yang telah diberikan awak KRI Nanggala yang telah gugur, namun setidaknya dapat meringankan beban dan memperluas kesempatan bagi generasi penerus awak KRI Nanggala untuk menggapai cita-cita dan meneruskan jejak pengabdian mereka," papar Nadiem.
 
Turut menyaksikan penandatanganan PKS, Kepala Dinas Perawatan Personel Angkatan Laut (Kadiswatpersal) Laksma TNI Taufik Arief, para Paban Spersal, dan para pejabat staf Kemendikbudristek RI.

Baca juga: TNI AL investigasi terkait penyebab kecelakaan KRI Nanggala-402
Baca juga: Kasal pimpin tabur bunga untuk KRI Nanggala-402

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pulau Maitara Malut ditetapkan sebagai Kampung Bahari Nusantara

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar