Singaraja (ANTARA News) - Kepolisian Resor (Polres) Buleleng, Bali, menangani kasus penipuan terhadap enam mantan mahasiswa Universias Pendidikan Ganesha Singaraja (Undiksha) Singaraja yang melibatkan Sti (33), pegawai perguruan tinggi tersebut yang dijanjikan menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

"Keenam korban diberi informasi bahwa ada lowongan PNS guru di seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng. Tapi persyaratannya, harus ada uang pelicin," ujar Kabag Binamitra Polres Buleleng Kompol Made Sudirsa di Singaraja, Kamis.

Sti (33), warga Dusun Bulaan, Desa Munduk, Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dilaporkan enam orang mantan mahasiswa kampus tersebut, yakni Ni Luh Putu Eka Andaryani (29), I Ketut Sweren (51), Made Purnia (34), Ketut Karmi (42), Ketut Arwini (43) dan Kadek Wimpiadi (30).

Menurut Sudirsa, keenam orang yang semuanya berasal dari Desa Mendoyo Dangin Tukad, Mendoyo, Kabupaten Jembrana, itu mendapat penjelasan dari Sti saat mendatangi gedung kampus Undiksha di Jalan Udayana, Singaraja.

Dikatakan, selain dimintai untuk menyerahkan uang pelicin juga disuruh melengkapi persyaratan, seperti kartu tanda penduduk, salinan sertifikat, kartu tanda pencari kerja, dan kartu keluarga sebagai kelengkapan untuk diterima sebagai PNS guru sekolah dasar.

"Transaksinya di rumah tersangka Sti dan sudah ada yang menyetorkan uang sejumlah Rp20 juta sebagai uang pelicin," kata Sudirsa.

Menurutnya, korban yang pertama melakukan pembayaran adalah Kadek Wimpiadi yang menyetorkan uangnya sebesar Rp20 juta pada 8 Mei 2010.

Sementara, lima orang korban lainnya ada yang dimintai uang dengan jumlah yang bervariatif dari Rp15 juta hingga sama seperti korban pertama, yakni Rp20 juta.

"Untuk kelima korban selain Wimpiadi, kedatangan mereka serempak pada 10 Juni 2010 dan seusai memberikan uang, kemudian pulang ke daerah asalnya serta menunggu informasi dari tersangka Sti," ujarnya.

Namun, informasi tersebut tidak kunjung datang dan tersangka memberikan keterangan yang berbelit-belit hingga kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Banjar oleh keenam korban.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Banjar AKP Burhanudin atas seizin Kabag Binamitra Sudirsa mengatakan, tersangka sempat menyebut salah satu atasannya berinisial ND yang dikatakan membantu proses rekruitment PNS tersebut.

Menurut Burhanudin, kasus tersebut masih dalam pemeriksaan intensif pihak Kepoilisian Sektor Banjar dan tersangka masih dimintai keterangan terkait dengan aliran dana tersebut.
(T.ANT-200/M026/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010