Surabaya (ANTARA News) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur gagal melihat hilal ("rukyatul hilal") pada 10 lokasi, Rabu, sehingga melakukan "istikmal" (penyempurnaan) bulan Ramadhan menjadi 30 hari.

"Dari 10 lokasi itu ada sembilan lokasi mendung dan hanya satu lokasi di Pantai Nyamplong, Jember yang cuacanya cerah, tapi tetap gagal merukyat hilal," kata Wakil Ketua PWNU Jatim H Sholeh Hayat di Surabaya, Rabu malam.

Oleh karena itu, katanya, PWNU Jatim melakukan "istikmal", namun PWNU Jatim melaporkan hasil rukyat ke PBNU dan Kementerian Agama (Kemag) di Jakarta untuk memutuskan.

"Kami kami gagal melihat hilal dan melakukan istikmal, tapi kami menyerahkan keputusan kepada PBNU dan Kemag di Jakarta," katanya.

Ke-10 lokasi di Jatim yang gagal melihat hilal adalah Pantai Nambangan (Surabaya), Bukit Condro (Gresik), Pantai Serang (Blitar), Pantai Nyamplong (Jember), dan Pantai Ngliyep (Malang).

Selain itu, Tanjungkodok (Lamongan), Pantai Ambet (Pamekasan), Kalbut (Situbondo), Pantai Gebang (Bangkalan), dan Pantai Giliketapang (Probolinggo).

Sementara itu, Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftachul Akhyar mengharapkan kedatangan Idul Fitri tidak menghapuskan kebaikan selama Ramadhan.

"Artinya kebaikan dalam bulan Ramadhan harus menjadi arah bagi 11 bulan berikutnya. Jangan hanya merasa Islam di bulan Ramadhan saja," katanya.

Ia menambahkan identitas ke-Islaman harus tetap terpelihara di luar bulan puasa Ramadhan dan bahkan dapat ditingkatkan.(*)
(ANT/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010