Kendari (ANTARA News) - Dinas Perhubungan Sulawesi Tenggara (Sultra) mengharapkan tidak ada kenaikan tarif angkutan, khususnya darat maupun laut menjelang lebaran Idul Fitri 1431 Hijriah 2010.

Kadis Perhubungan Provinsi Sultra, Hery Hermansyah Silondae, di Kendari, Sabtu mengatakan, arus penumpang tahun ini diperkirakan tidak terlalu melonjak ketimbang dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Dishub Sultra kini telah menyediakan sedikitnya 8-10 armada untuk mengantisipasi sewatu-waktu terjadi lonjakan arus penumpang menjelang hari raya dan sesudah hari lebaran.

Angkutan laut (kapal cepat) dengan tujuan pelabuhan dari dan ke Kendari, Raha dan Baubau, juga tersedia dan hingga saat ini masih tercatat empat unit kapal yang tercacat melakukan aktivitas.

Sementara untuk penyebarangan kapal fery dari Torobulu, di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menuju Tampo (Kabupaten Muna), sebanyak dua unit. Begitu pula dengan fery penyebarangan Wamengkoli, Kabupaten Buton menuju Kota Baubau juga disediakan dua unit.

"Kita harapkan dengan ketersediaan armada darat maupun laut itu bertujuan agar semua penumpang yang akan mudik lebaran di kampung mereka, pada hari itu, bisa terlayani dengan baik dan lancar," katanya.

Ia juga mengimbau kepada petugas di setiap pelabuhan penyeberangan, terutama bagi seluruh perusahaan angkutan laut dan darat agar tidak berspekulasi dalam memberi pelayanan terhadap penumpang menjelang hari raya nanti.

"Biasanya, oknum pemilik perushaan memanfaatkan hari raya ini untuk mencari keuntungan dengan cara menaikkan tarif angkutan penumpang yang jauh lebih tinggi dari tarif biasayan," katanya.

Imbauan yang dikeluarkan kepada semua pemilik perusahaan angkutan dari Kota Kendari dengan kabupaten di Sultra juga berlaku di luar daerah sebab sudah merupakan instruksi nasional yang yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.
(A056/A038)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010