Artikel

Preview 16 Besar Euro 2020: Belanda vs Republik Ceko

Oleh Jafar M Sidik

Preview 16 Besar Euro 2020: Belanda vs Republik Ceko

Pemain Belanda Davy Klaassen berebut bola dengan pemain Skotlandia Lyndon Dykes pada pertandingan persahabatan pemanasan Piala Eropa 2020 di Estadio Algarve, Faro, Portugal, Kamis (3/6/2021) dini hari. Belanda gagal mengalahkan lawannya dan ditahan imbang 2-2. ANTARA FOTO/REUTERS/Pedro Nunes/pras.

"...Kami memandang Republik Ceko negara top dan (Belanda) mendekati laga ini dengan pandangan seperti itu,”
Jakarta (ANTARA) - Frank de Boer yang sempat dicemooh karena membuat limbung Oranye setelah ditinggalkan Ronald Koeman yang memilih mereformasi Barcelona ketimbang terus mengarsiteki timnas Belanda, akhirnya berbalik menjadi pujaan penggemar sepakbola di negeri tanah rendah berpenduduk 17,28 juta itu.

Suporter yang dulunya skeptis menjadi sangat yakin kepada Oranye era de Boer setelah mencatat tiga kemenangan meyakinkan dalam fase grup Euro 2020. Hanya saja mereka terlalu awal dipertemukan dengan musuh lama, Republik Ceko, ketika keduanya bertanding kembali di Puskas Arena di Hungaria, Minggu malam pukul 23.00 WIB nanti.

Belanda memuncaki Grup C dengan rekor sempurna setelah memenangi seluruh dari tiga laga mereka di Johan Cruyff Arena sehingga memicu ekspektasi tinggi bahwa mereka akan mencapai sukses tertinggi dalam turnamen ini.

Namun euforia dan ekspektasi tinggi harus dikelola Belanda agar tidak membuat skuad mereka tak menganggap remeh lawannya yang melangkah ke-16 besar dalam status salah satu dari empat tim berperingkat ketiga terbaik.

Apalagi jika kualifikasi Euro 2016 yang menjadi ukuran di mana ulah Ceko yang membuat Belanda tak bisa menjejakkan kaki dalam putaran final yang diadakan di Prancis setelah menaklukkan Belanda baik dalam laga kandang maupun tandang.

Hal sama terjadi pada putaran final 2004 ketika Republik Ceko berbalik menang 3-2 setelah tertinggal dua gol dalam fase grup di Portugal.

Kapten Belanda Georginio Wijnaldum langsung menepis anggapan Ceko lawan ringan. “Semua orang sudah menyaksikan Jerman melawan Hungaria, kan? Kami memandang Republik Ceko negara top dan mendekati laga ini dengan pandangan seperti itu,” kata dia.

Catatan Ceko selama Euro sendiri memang mengesankan. Sejak 1996 mereka tak hanya selalu lolos ke putaran final, namun juga empat kali menembus fase grup. Mereka runner-up edisi 1996, semifinal 2004 dan delapan besar 2012.

Pelatih Republik Ceko Jaroslav Silhavy dianugerahi skuad energi yang tak henti melawan dan sabar menunggu lawan kehilangan bola untuk kemudian melancarkan serangan balik.

Wujud nyata mautnya mereka dalam serangan balik adalah Patrik Schick yang sejauh ini sudah menyarangkan tiga gol selama Euro 2020, termasuk gol yang diawali manuver dari tengah lapangan ketika menghadapi Skotlandia pada laga pembuka. Tetapi ada momen ketika Silhavy kesal kepada timnya saat kalah 0-1 dari Inggris di Wembley yang sebagian akibat buruknya penyelesaian akhir skuadnya.

Sebaliknya dengan Belanda, de Boer semakin yakin kepada duet baru serangan Memphis Depay dan Donyel Malen, paling tidak sebagai opsi lainnya. Bersama Wijnaldum dan Frenkie de Jong yang gemar menusuk dari tengah lapangan, mereka akan menjadi ancaman konstan bagi Ceko. Tidak itu saja, hadirnya lagi bek tengah Matthijs de Ligt membuat pertahanan Oranye semakin sulit ditembus lawan. De Ligt bahkan bisa menggantikan peran Virgil van Dijk dalam membuat nyaman permainan Belanda di lini-lini lainnya.

Baca juga: Klasemen akhir Grup C, Belanda sempurna, Ukraina menunggu
Baca juga: Wijnaldum minta UEFA ambil tindakan lebih tegas terhadap rasilalisme
Baca juga: Timnas Ceko latihan menembak jelang laga 16 besar Euro 2020


Selanjutnya: Prediksi sebelas pemain pertama
 

Oleh Jafar M Sidik
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Cegah COVID-19, nobar Piala Eropa dilarang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar