Cirebon (ANTARA News) - Puncak arus balik Lebaran pengguna kereta api di Cirebon terjadi pada H+2 Lebaran pada hari Senin (13/9) dengan total jumlah penumpang mencapai 10.211 orang.

Meskipun demikian, menurut Kepala Humas PT KA Daop III Cirebon Rudi Efendi, Selasa, mengatakan jumlah tersebut masih lebih rendah dibanding tahun lalu yang jumlahnya mencapai 10.897 penumpang dan terjadi pada H+6 Lebaran.

Oleh karena itu Rudi memperkirakan puncak jumlah penumpang KA dari Cirebon tujuan Jakarta akan kembali terjadi pada H+7 atau H+8 mendatang saat menjelang masa musim anak-anak masuk sekolah.

"Puncak penumpang pada hari kemarin karena hari ini para PNS dan pegawai swasta masuk kerja. Diperkirakan puncak jumlah penumpang KA akan kembali terjadi menjelang musim anak sekolah masuk nanti," kata Rudi, Selasa.

Terbukti pada H+3 lebaran hari ini jumlah penumpang KA berkurang dari hari kemarin yang terlihat dari panjang antrean pembelian tiket tidak sepadat hari Senin.

Namun meski demikian, kata Rudi, pihaknya masih memberangkatkan dua rangkaian kereta tambahan hingga H+10 Lebaran yaitu KA Cirebon Ekspres pemberangkatan pukul 11.40 WIB dan 17.00 WIB.

"Kami masih memberangkatkan dua KA tambahan dengan jumlah gerbong maksimal yaitu hingga 10 gerbong setiap kali pemberangkatan," katanya.

Sementara itu berdasarkan pantauan antrean calon penumpang KA tujuan Jakarta di depan loket sudah terlihat sejak dua jam sebelum pemberangkatan.

Menanggapi hal in Rudi menerangkan penjualan tiket hari ini hanya melayani untuk tiket berdiri. Jumlahnya hanya 25 persen dari total tempat duduk yang ada atau hanya sekitar 20 tiket saja setiap gerbong.

Yayan salah seorang calon penumpang tujuan Jakarta mengaku sudah hampir dua jam menunggu loket penjualan tiket dibuka. Yayan mengaku rela mengantre hingga dua jam untuk mendapatkan tiket berdiri karena besok harus kembali bekerja.

"Daripada saya harus dipecat dari pekerjaan, mendingan saya maksa antre dua jam untuk beli tiket berdiri. Yang penting besok saya bisa ngantor lagi," katanya.
(ANT059/Y003)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010