Bekasi (ANTARA News) - Tujuhpuluh satu jemaah calon haji Embarkasi Bekasi yang menunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena sakit atau keperluan lain, diberi kesempatan hingga kloter 84 jika tidak memungkinkan berangkat bersama kloter sebelumnya.

Sekretaris Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Bekasi, Edi Arief, di Bekasi Jumat mengatakan, panitia bisa menerima penundaan keberangkatan mereka karena alasan yang kuat, selain kursi pesawat juga ada yang kosong.

"Kita tidak mungkin memaksa orang yang sedang sakit untuk berangkat ke Mekkah sesuai kelompok terbang karena akan membahayakan jiwa. Penerbangan ke Saudi Arabia perlu waktu panjang ditambah perjalanan darat yang sangat melelahkan," ujarnya.

Beberapa jemaah asal embarkasi Kota Bekasi ada yang meninggal seperti Warti Sakim Sidik asal Kabupaten Cirebon yang meninggal saat akan ke embarkasi, ada juga jemaah yang wafat ketika sampai di Madinah, dan ada jemaah yang melahirkan melalui operasi caesar di Madinah.

Jemaah yang dirawat di RS diantaranya Sulmi Satibi asal Kab. Karawang, Halimah Hafil asal Kabupaten Bandung dan Sulaihi asal Kabupaten Tasikmalaya.

Seorang jemaah dibatalkan keberangkatannya adalah Umi K (21), asal Sukabumi yang diketahui sedang hamil melalui pemeriksaan tes urine dan ultra sonografi (USG).

Petugas kesehatan poliklinik haji, dr. Titin, mengatakan, menunaikan ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang segar mengingat selain perjalanan yang jauh, berbagai rukun, syarat haji, shalat serta amal ibadah lainnya wajib dan harus dikerjakan.

"Perbedaan suhu udara, kelembaban serta jauhnya jarak dari maktab ke tempat pelaksanaan rukun dan syarat haji mengharuskan jemaah dalam kondisi sehat. Kita sangat memperhatikan kondisi kesehatan mereka sebelum berangkat," ujarnya.

Setiap calon haji yang akan masuk ke embarkasi haji, oleh petugas dilakukan pemeriksaan ulang kesehatan terutama pada calhaj tertentu seperti lanjut usia dan wanita usia muda.

Buku laporan kesehatan calon haji juga diperiksa, termasuk untuk mengetahui apakah sudah mendapat vaksin meningitis dan H1N1 atau flu babi.

Titin mengatakan, setiap hari jumlah calon haji yang memeriksakan kesehatan di Puskesmas mencapai 90-110 orang. Mereka tidak hanya yang datang karena gejala sakit saja tapi juga ada yang sekadar mengukur tekanan darah.

Penyakit yang diderita calon haji biasanya hanya penyakit ringan seperti demam, batuk, kelelahan, tekanan darah naik, darah rendah serta maag.

"Kita berikan obat antara 2-5 hari sesuai gejala. Obat yang tersedia cukup untuk semua jenis penyakit dasar," ujarnya.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009