BI: Kinerja industri pengolahan triwulan II-2021 meningkat

BI: Kinerja industri pengolahan triwulan II-2021 meningkat

KRL melintas dengan latar belakang permukiman penduduk dan gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (13/7/2021). Bank Indonesia merevisi target pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 dari semula 4,1-5,1 persen menjadi 3,8 persen karena dipengaruhi adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 guna menekan lonjakan penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/wsj.

Peningkatan tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 51,45 persen, naik dari 50,01 persen pada triwulan I-2021
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja industri pengolahan triwulan II-2021 meningkat dan berada pada fase ekspansi yang didorong oleh peningkatan permintaan pada Ramadan dan Idul Fitri.

"Peningkatan tercermin dari Prompt Manufacturing Index (PMI) BI sebesar 51,45 persen, naik dari 50,01 persen pada triwulan I-2021," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangan resmi, di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan peningkatan kinerja PMI-BI triwulan II-2021 terjadi pada hampir seluruh subsektor industri pengolahan, dengan indeks tertinggi pada subsektor makanan, minuman, dan tembakau sebesar 55,74 persen, diikuti kertas dan barang cetakan 53,88 persen, serta pupuk, kimia, dan barang dari karet 50,24 persen.

Berdasarkan komponen pembentuk, naiknya PMI-BI terjadi pada mayoritas komponen, terutama volume produksi dan volume total pesanan yang berada pada fase ekspansi, karena adanya peningkatan aktivitas dan permintaan masyarakat saat Ramadan dan Idul Fitri, serta kelancaran dan ketersediaan sarana produksi.

Baca juga: BI naikkan batas maksimal tarik tunai via ATM jadi Rp20 juta

BI, lanjut dia, akan terus mencermati dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang kemungkinan akan memberi dampak pada perkembangan PMI triwulan III-2021.

Pada triwulan III-2021, kinerja sektor industri pengolahan diperkirakan melambat, yang tercermin dari perkiraan PMI-BI sebesar 49,89 persen, atau lebih rendah dari capaian pada triwulan sebelumnya.

Perkiraan penurunan PMI-BI ini disebabkan turunnya mayoritas komponen pembentuk, terutama volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan total jumlah tenaga kerja yang berada pada fase kontraksi.

Mayoritas subsektor juga menurun, terdalam pada subsektor alat angkut, mesin, dan peralatannya yaitu turun menjadi 47,08 persen yang sejalan dengan pengetatan mobilitas saat PPKM Jawa-Bali, serta subsektor tekstil, barang kulit, dan alas kaki yakni 47,45 persen.

Baca juga: BI perpanjang batas waktu pengajuan pembebasan SPE

Baca juga: BI catat cadangan devisa akhir Juni naik, jadi 137,1 miliar dolar

Pewarta: Agatha Olivia Victoria/Satyagraha
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

BI tetapkan suku bunga acuan tetap 3,5 persen

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar