Yogyakarta (ANTARA News) - Wisatawan khususnya domestik yang sedang berkunjung ke Yogyakarta biasanya secara khusus memborong serabi kocor, makanan tradisional khas daerah ini.

"Pada masa liburan maupun hari-hari biasa, pembeli yang datang bervariasi, mulai dari kalangan warga masyarakat lokal hingga wisatawan dari luar Yogyakarta seperti dari Jakarta dan Bandung," kata penjual serabi kocor Ngadinem, di Yogyakarta, Selasa.

Ia mengatakan pada masa liburan seperti liburan sekolah dan liburan akhir pekan, biasanya banyak pembeli. "Pada masa liburan, kami mampu menjual rata-rata 300 serabi per hari, sedangkan pada hari biasa rata-rata hanya 100 serabi per hari," katanya.

Menurut dia, sejak awal dirinya berjualan serabi kocor yaitu pada 1998 sampai sekarang, resep untuk membuat serabi kocor ini tidak pernah berubah. "Resepnya alami tradisional warisan nenek woyang di zaman dahulu, tanpa memodifikasi dengan resep lainnya," katanya.

Ngadinem mengatakan dirinya ingin mempertahankan resep tradisional serabi ini, karena saat ini serabi kocor jarang dijual di pasaran.

Ia mengatakan serbabi kocor memiliki keistimewaan tersendiri, dan berbeda dengan serabi jenis lainnya. "Serabi kocor terbuat hanya dari tepung beras yang diolah dengan buah kelapa yang telah dihaluskan, tanpa ada tambahan rasa, sehingga rasanya masih asli," katanya.

Sedangkan serabi jenis lainnya, menurut dia sudah dicampuri dengan bermacam-macam aneka rasa.

Selain dari bahan bakunya, serabi kocor juga memiliki ciri khas dari cara dan proses memasaknya yang menggunakan semacam cobek kecil yang terbuat dari tanah liat, dan dimasak dengan menggunakan kayu bakar.

"Dalam proses pembuatannnya kami masih menggunakan cara tradisional, karena dengan cara itu mempengaruhi rasa serabi sehingga terasa lebih gurih. Jika dimasak dengan semacam wajan kecil dari alumunium misalnya, rasanya akan berbeda, dan tidak memiliki kekhasan tersendiri," katanya.

Sementara itu, untuk mendapatkan bahan baku guna membuat serabi kocor, dirinya tidak mengalami kesulitan."Semua bahan bakunya tersedia di pasar, mulai dari tepung beras, kelapa tua, hingga gula jawa, mudah memperolehnya," katanya.

Ngadinem mengatakan cara penyajian serabi kocor juga berbeda dengan serabi jenis lainnya. "Serabi kocor disajikan dengan kuah yang terbuat dari gula jawa dan santan kelapa. Serabi ini disebut `kocor`, karena menggunakan kuah manis ketika menyantapnya," katanya.

Harga serabi kocor relatif murah. "Satu serabi hanya seharga Rp1.000," katanya.

Menurut dia, dalam sehari yaitu dari pukul 14.30 WIB hingga pukul 19.00 WIB dirinya memperoleh pendapatan dari penjualan serabi kocor antara Rp100.000 hingga Rp200.000.
(ANT/A038)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2010