Pemerintah amankan 440 juta dosis vaksin COVID-19 hingga akhir 2021

Pemerintah amankan 440 juta dosis vaksin COVID-19 hingga akhir 2021

Tangkapan layar Juru bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku dr Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers mengenai PPKM secara daring, Rabu (28/7/2021). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden/pri.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Perubahan Perilaku Reisa Broto Asmoro meminta masyarakat tidak perlu khawatir akan kehabisan stok, lantaran pemerintah telah mengamankan 440 juta dosis vaksin COVID-19 hingga akhir 2021.

"Kemarin (27/7), Indonesia telah kedatangan lagi vaksin Sinovac sebanyak 21 juta dosis dalam bentuk bahan baku atau bulk, yang membuat stok vaksin COVID-19 Indonesia bertambah menjadi lebih dari 173 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk dan bahan jadi. Dari 144,7 juta dosis total vaksin bulk yang telah diterima Indonesia, setelah diolah Bio Farma akan menjadi sekitar 117 juta dosis vaksin bentuk jadi," ujar Reisa, dalam konferensi pers PPKM secara daring yang dipantau dari Jakarta, Rabu.

Reisa menjelaskan hingga Selasa (27/7) sore, dari 208,2 juta sasaran sekitar 64,4 juta dosis vaksin telah diberikan kepada sekitar 45,5 juta orang yang menerima vaksin dosis pertama atau 21,9 persen dari sasaran, dan sekitar 18,9 juta di antaranya sudah mendapatkan dosis kedua.

“Jalan menuju kekebalan kelompok masih panjang. Bapak Ibu lah yang bisa memperpendek jalan tersebut. Vaksinasi diri anda segera, ajak keluarga, tetangga, dan kolega. Ayo segera vaksin COVID-19 untuk lindungi diri dan keluarga kita,” kata dia.

Reisa juga memastikan pemerintah menambah stok obat, suplai oksigen, jumlah tenaga kesehatan dan ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 untuk menghadapi kemungkinan potensi lonjakan kasus.

Menurutnya, tingkat keterisian dalam beberapa hari ini sudah mulai turun. Per pekan lalu, sekitar 92.000 tempat tidur di rumah sakit sudah terisi pasien COVID-19 dan per minggu ini sudah turun ke 82.000.

Reinsa mengatakan bagi pasien COVID-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang sedang isolasi mandiri, harus memantau kesehatan dengan memerhatikan saturasi oksigen.

“Jika saturasi di bawah 95 persen, segera minta dirujuk ke rumah sakit atau isolasi terpusat untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” kata dia.

Reisa juga mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan sesering mungkin, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas yang tidak mendesak serta siap divaksin.

Pemerintah, kata Reisa, terus mempercepat penambahan cakupan vaksinasi untuk menaikkan perlindungan tubuh dan menurunkan tingkat kesakitan terhadap COVID-19. Target dua juta suntikan per hari akan dikejar terus.


#ingatpesanibu
#sudahdivaksintetap3m
#vaksinmelindungikitasemua

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini program kemenkes untuk percepat vaksinasi anak dengan disabilitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar