Yogyakarta (ANTARA News) - Wedang uwuh yang terbuat dari rempah-rempah dinilai berkhasiat mengobati berbagai penyakit dan merupakan minuman tradisional warisan nenek moyang.

"Uwuh adalah sebutan sampah dalam bahasa Jawa, namun wedang uwuh bukan terbuat dari sampah, melainkan dari berbagai rempah-rempah yang mempunyai khasiat mengobati berbagai penyakit seperti masuk angin dan kembung serta dapat menyegarkan tubuh," kata penjual wedang uwuh di kawasan Kota Baru, Kota Yogyakarta, Supratman, di Yogyakarta, Minggu.

Ia mengatakan wedang uwuh ini merupakan minuman tradisonal warisan nenek moyang yang telah lama dikonsumi oleh masyarakat.

"Keistimewaan wedang uwuh ini yakni bahan baku dan proses pembuatanya masih tradisional yakni terbuat dari bahan-bahan alam seperti jahe, gula batu, daun cengkeh, pala, kayu secang serta daun pala," katanya.

Ia mengatakan, wedang uwuh ini tidak langsung disajikan begitu saja tetapi diracik terlebih dulu. "Rempah-rempah yang menjadi bahan baku pembuatan wedang uwuh ini dimasukkan ke dalam gelas kemudian diseduh dengan air panas, jadi tidak direbus dulu," katanya.

Ia mengatakan, semua bahan baku pembuatan wedang uwuh ini bisa didapatkan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta.

Menurut dia, wedang uwuh lebih terasa rempah-rempahnya serta bahan rempah-rempah yang digunakan tidak hanya satu jenis.

"Dari dulu, wedang uwuh ini terbuat dari rempah-rempah, dan wedang uwuh yang kami jual sekarang murni resep dari nenek moyang," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa wedang uwuh ini tidak hanya diminati oleh masyarakat lokal Kota Yogyakarta tetapi juga wisatawan nusantara dan mancanegara.

"Pembeli paling banyak berasal dari luar kota seperti Surabaya, Bandung, Jakarta serta Semarang. Sedangkan untuk mancanegara di antaranya Malaysia dan Singapura," katanya.

Supratman mengatakan, kedai wedang uwuh miliknya ramai dikunjungi pembeli pada liburan sekolah dan liburan akhir pekan. "Pada masa tersebut, pembeli cukupramai. Jika pada hari biasa kami hanya mampu menjual sekitar 50 gelas wedang uwuh, namun pada masa liburan kami mampu menjual sekitar 100 gelas wedang uwuh," katanya.

Supratman mengatakan bahwa meski ramai pembeli, harga jual wedang uwuh tidak naik. "Satu gelas wedang uwuh hanya Rp5.000, sedangkan pendapatan saya dalam satu hari bisa mencapai sekitar Rp500.000," katanya.
(U.ANT-161/N002/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010