Jakarta (ANTARA News) - Posisi utang luar negeri Indonesia secara nominal meningkat sebesar 31,6 miliar dolar AS atau 22,4 persen dari tahun 2004 hingga Desember 2009.

Laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia Edisi November 2010 yang diperoleh di Jakarta, Selasa, menyebutkan, peningkatan terjadi baik pada utang luar negeri pemerintah maupun swasta.

Namun demikian, pada periode yang sama peningkatan utang luar negeri tersebut diikuti peningkatan PDB yang relatif lebih besar yaitu sebesar 291,8 miliar dolar AS atau 113,3 persen.

Secara umum, beberapa indikator beban utang luar negeri Indonesia telah memperlihatkan perbaikan signifikan. Rasio utang luar negeri Indonesia terhadap PDB terus menurun. Pada 1998 tercatat sebesar 150 persen, kemudian menurun menjadi 54,9 persen pada 2004 dan menjadi 31,5 persen pada 2009.

Rasio utang terhadap ekspor juga mengalami penurunan secara signifikan dari 179,7 persen pada 2004 menjadi 121,4 persen pada

2009. Pada periode yang sama, debt service ratio Indonesia terlihat berfluktuasi. Pada 2004 debt service ratio mencatat angka tertinggi 30,1 persen, kemudian terus menurun menjadi 22,7 persen pada 2009.

Sementara itu, per 31 Desember 2009, rasio total utang pemerintah terhadap PDB menurun tajam menjadi 29 persen, dari sebesar 47 persen pada tahun 2005, dan sebesar 89 persen pada tahun 2000. Nilai rasio utang pemerintah terhadap PDB yang moderat merupakan cerminan dari kebijakan fiskal yang efisien dan berhati-hati.

Laporan statistik utang luar negeri Indonesia itu mencakup utang luar negeri pemerintah, bank sentral, dan swasta. Utang luar negeri pemerintah adalah utang yang dimiliki oleh pemerintah pusat, terdiri dari utang bilateral, multilateral, fasilitas kredit ekspor, komersial, leasing dan Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan di
luar negeri dan dalam negeri yang dimiliki oleh bukan penduduk.

SBN terdiri dari Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). SUN terdiri dari Obligasi Negara yang berjangka waktu lebih dari 12 bulan dan Surat Perbendaharaan Negara (SPN) yang berjangka waktu sampai dengan 12 bulan. SBSN terdiri dari SBSN jangka panjang (Ijarah Fixed Rate / IFR) dan Global Sukuk.

Utang luar negeri bank sentral adalah utang yang dimiliki oleh Bank Indonesia, yang diperuntukkan dalam rangka mendukung neraca pembayaran dan cadangan devisa.

Selain itu juga terdapat utang kepada pihak bukan penduduk yang telah menempatkan dananya pada Sertifikat Bank Indonesia (SBI),dan utang dalam bentuk kas dan simpanan serta kewajiban lainnya kepada bukan penduduk.

Utang luar negeri swasta adalah utang luar negeri penduduk kepada bukan penduduk dalam valuta asing dan atau rupiah berdasarkan perjanjian utang (loan agreement) atau perjanjian lainnya, kas dan simpanan milik bukan penduduk, dan kewajiban lainnya kepada bukan penduduk.

Utang luar negeri swasta meliputi utang bank dan bukan bank. Utang luar negeri bukan bank terdiri dari utang luar negeri Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) dan perusahaan bukan lembaga keuangan termasuk perorangan kepada pihak bukan penduduk.

Termasuk dalam komponen utang luar negeri swasta adalah utang luar negeri yang berasal dari penerbitan surat berharga di dalam negeri yang dimiliki oleh bukan penduduk.
(ANT/A024)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2010