Bandung (ANTARA News) - Tim Indonesia Sevent Summits Expedition Mahitala Unpar (ISSEMU) 2009-2012 berhasil mengibarkan bendera merah putih untuk pertama kalinya di Puncak Vinson (4.892 mdpl), puncak tertinggi di Benua Antartika (Kutub Selatan).

Tim Publikasi Mahitala Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung, Widyastuti, Rabu, menyebutkan bahwa tim berhasil mencapai puncak tertinggi Vinson pada 13 Desember 2010 pukul 17.07 waktu Chile atau Selasa (14/12) pukul 03.07 WIB.

Tim Mahitala terdiri dari Sofyan Arief (27), Frans (23), Jonathan Ginting (21), Borery Andrew Sihombing (21) dan Budi Hartono Purnomo (51).

Walaupun sempat tertahan di Union Glacier selama semalam,di Vinson Base Camp selama tiga malam dan di High Camp (3.700 mdpl) dua malam, namun tim bertahan dan mampu menyelesaikan pendakian sekaligus mengibarkan merah putih.

Mereka yang memulai pendakian pada pukul 13.15 waktu Chile berjalan dengan perlahan tetapi pasti dari High Camp (3.700 mdpl). Suhu pada saat itu adalah minus 30 derajat Celsius.

"Perjalanan pencapaian seven summits kali ini boleh dikatakan cukup mendebarkan. Pasalnya, tim sempat terhambat oleh cuaca buruk di Union Glacier selama tiga malam," kata Widyastuti.

Dengan suhu hingga 28 derajat Celsius, tim ISSEMU harus bertahan dan tetap berjalan secara perlahan untuk menambah elevasi yang lebih tinggi.

Tim bertolak dari Jakarta pada Minggu (28/11) menuju Kota Santiago Chile. Tim bertolak menuju Antartika, Jumat (3/12) pukul 03.00 waktu Chile atau pukul 15.00 WIB.

Pendakian ditemani oleh dua orang pemandu, yaitu Hiro Kuraoka (Jepang) dan Michael Horst (Kanada). Ditambah seorang pendaki tamu bernama Kiyomi Takiguchi (Jepang), yang sudah pernah mencapai Puncak Everest.

Cuaca Antartika memang sulit untuk ditebak. Rencana pendakian pukul 08.00 waktu Chile harus diundur selama semalam karena tiba-tiba saja cuaca tidak mendukung untuk penerbangan selanjutnya dengan pesawat Twin Otter menuju Vinson Base Camp (2.100 mdpl).

Ditemani suhu hingga -10 derajat Celsius, tim harus tertatih-tatih selangkah demi selangkah membawa berat ransel di pundak seberat 15 kg dan harus menarik sled (kereta salju) dengan tali yang dihubungkan ke badan mereka seberat 20 kg.

Pendakian dilakukan tahap demi tahap di bawah cuaca yang kerap berubah, hingga akhirnya Senin (13/12) waktu Chile, tim berhasil mencapai puncak tertinggi setelah meniti pendakian penuju puncak Vinson yang berkemiringan 40 derajat.

Puncak Vinson merupakan puncak tertinggi di Pegungngan Ellsworth, Antartika.

Widyastuti menyebutkan, kegiatan pendakian itu merupakan rangkai ekspedisi tujuh gunung tertinggi dunia (seven summits) yang dilakukan tim ISSEMU yang terdiri dari Carstensz Pyramid (4.884 mdpl), Indonesia (Australasia), Kilimanjaro (5.895 mdpl), Kenya (Afrika), Elbrus (5.642 mdpl), Rusia (Eropa), Vinson (4.892 mdpl), Antartica, Aconcagua (6.962 mdpl), Argentina (Amerika Selatan), Everest (8.848 mdpl), Nepal (Asia), dan Denali (6.194 mdpl) Alaska (Amerika Utara).

"Setelah melakukan pendakian di Antartika, tim ISSEMU akan melanjutkan pendakian ke puncak Aconcagua (6.962mdpl). Mereka tidak pulang dulu ke Indonesia," kata Widyastuti menambahkan.
(U.S033/Y008/P003)

Pewarta:
Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010