Surabaya (ANTARA News) - Iklan dinilai "Media Watch" Surabaya memberikan kontribusi dominan terhadap angka eksploitasi anak melalui media elektronik di Tanah Air.

"Usia para model iklan di sejumlah media elektronik banyak yang masih belia dan tidak cocok untuk menjadi tulang punggung keluarga," kata Direktur "Media Watch" Surabaya, Sirikit Syah, di Surabaya, Kamis.

Menurut dia, Etika Pariwara Indonesia yang muncul sejak 2006 belum ditegakkan secara optimal.

"Bahkan, para pelaku usaha baik biro iklan maupun perusahaan pemilik produk cenderung mengabaikannya," ujarnya.

Padahal, jelas dia, Etika Pariwara Indonesia sengaja digagas untuk melindungi anak di bawah umur termasuk perempuan yang sering menjadi korban iklan.

"Alasan belum dioptimalkannya Etika Pariwara Indonesia selama ini dikarenakan belum ada aktivis yang berkenan mengawasi penerapannya," katanya.

Apalagi aktivis yang memberikan perhatian terhadap masalah eksploitasi anak dan perempuan dalam iklan, jumlahnya sedikit.

"Untuk itu, kami akan menyosialisasi Etika Pariwara Indonesia terhadap masyarakat luas," katanya.(*)
ANT/AR09

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010