Yuan ganjal kenaikan dolar setelah pembicaraan China-AS

Yuan ganjal kenaikan dolar setelah pembicaraan China-AS

Ilustrasi - 100 yuan China di atas uang dolar AS. ANTARA/Shutterstock/pri.

London (ANTARA) - Dolar melemah pada perdagangan Jumat, karena mata uang pro-pertumbuhan menguat menyusul kenaikan yuan China ke level tertinggi satu minggu di tengah berita bahwa Presiden AS Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping berbicara untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan.

Dalam sebuah pernyataan, Gedung Putih mengatakan Biden dan Xi telah melakukan "pembicaraan yang luas dan strategis", termasuk bidang-bidang di mana kepentingan dan nilai-nilai bertemu dan berbeda. Percakapan itu berfokus pada masalah ekonomi, perubahan iklim, dan COVID-19, kata seorang pejabat senior AS kepada wartawan.

Yuan naik 0,2 persen terhadap dolar setelah berita tersebut, bergerak menjauh dari level kunci 6,50 yuan per dolar ke 6,4387 - tertinggi sejak 3 September.

"Kami telah melihat penawaran jual dolar/yuan di tengah berita dan setiap perbaikan/pengaturan ulang yang mengejutkan dalam hubungan AS-China dapat membuat dolar/yuan bergerak lebih jauh dari ambang kunci 6,50," kata ahli strategi ING dalam catatan pagi untuk klien.

"Langkah seperti itu biasanya positif untuk valas pro-siklikal dan sedikit negatif untuk dolar - karenanya panah kami turun untuk dolar hari ini."

Dolar Australia naik 0,35 persen menjadi 0,7392 dolar AS, menuju penurunan 0,7 persen minggu ini. Juga didorong oleh pergerakan yuan adalah dolar Selandia Baru, yang naik hampir setengah persen menjadi 0,7141 dolar AS. Kedua mata uang tersebut cenderung diuntungkan ketika sentimen risiko positif.


Baca juga: Dolar menuju kenaikan mingguan pertama dalam 3 pekan, Fed jadi fokus


Yen Jepang kehilangan 0,2 persen terhadap dolar menjadi 109,97 yen sementara masih berkelok-kelok di tengah kisarannya dalam dua bulan terakhir.

Hubungan antara Amerika Serikat dan China telah menjadi ujian sejak panggilan telepon pertama Xi dan Biden pada Februari. Kedua belah pihak telah saling menyerang hampir terus-menerus, seringkali dengan serangan publik yang tajam, sanksi terhadap pejabat dan tuduhan tidak menegakkan kewajiban internasional.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,1 persen hari ini di 92,421, meskipun masih di jalur untuk kenaikan mingguan 0,35 persen.

Greenback telah rebound dari aksi jual yang dipicu data penggajian (payrolls) minggu lalu, karena sejumlah pejabat Federal Reserve telah menunjukkan kemungkinan pengurangan pembelian aset (tapering) masih mungkin terjadi tahun ini.

Gubernur Fed Michelle Bowman mengatakan pada Kamis (9/9/2021) bahwa laporan tenaga kerja Agustus yang lemah tidak akan membuat bank sentral AS keluar jalur.


Baca juga: Dolar melemah, euro terangkat langkah ECB pangkas dukungan darurat

Jumat lalu (3/9/2021), indeks dolar merosot ke level terendah sejak 3 Agustus setelah data menunjukkan ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling sedikit selama tujuh bulan, mengurangi kemungkinan pengurangan program pembelian aset Fed.

Data pada Kamis (9/9/2021) menunjukkan bahwa jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah dalam hampir 18 bulan, menawarkan lebih banyak bukti bahwa pertumbuhan pekerjaan terhambat oleh kekurangan tenaga kerja daripada pendinginan permintaan pekerja.

"The Fed tampaknya akan melakukan tapering akhir tahun ini, digarisbawahi oleh komentar terbaru minggu ini," Mark McCormick, kepala strategi valas global di TD Securities, menulis dalam sebuah catatan penelitian.


Baca juga: Dolar menguat di Asia di tengah kehati-hatian jelang keputusan ECB

Namun, sekalipun dengan tren ke arah kebijakan moneter menjadi kurang akomodatif secara global, kondisi keuangan masih sangat longgar, yang "mengikat seberapa besar ruang gerak dolar dan mendukung aksi jual", kata McCormick.

Euro 0,1 persen lebih tinggi pada 1,1838 pada Jumat, di jalur untuk penurunan 0,35 persen minggu ini.

Mata uang tunggal mendapat sedikit dukungan semalam, setelah Bank Sentral Eropa mengatakan akan memangkas pembelian obligasi darurat selama kuartal mendatang, seperti yang diperkirakan secara luas.


Baca juga: Dolar pangkas kenaikan karena pembicaraan Fed yang "dovish"
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Menguatnya kurs dolar tak pengaruhi daya beli masyarakat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar