Anggota DPR minta pemerintah waspadai varian baru COVID-19

Anggota DPR minta pemerintah waspadai varian baru COVID-19

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. ANTARA/HO-KKP

Kita tidak ingin mengulang kesalahan, seperti merebaknya varian Delta yang dianggap remeh
Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR RI Mulyanto meminta Pemerintah untuk tetap waspada terhadap penyebaran varian baru COVID-19 di Indonesia.

"Kita tidak ingin mengulang kesalahan, seperti merebaknya varian Delta yang dianggap remeh. Akibatnya banyak korban serta besarnya anggaran negara untuk penanganannya," kata Mulyanto dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Selasa.

Mulyanto berharap Pemerintah harus lebih serius mengantisipasi kemungkinan masuk dan tersebarnya varian baru tersebut, sehingga tidak menyebabkan rakyat kembali menjadi korban.

Mulyanto juga meminta Pemerintah segera melakukan riset secara cermat terhadap karakteristik varian baru itu, sehingga diketahui agenda aksi pencegahannya.

"Yang utama adalah pencegahan di pintu-pintu masuk bandara internasional. Jangan sampai terlambat atau lolos masuk tanpa terdeteksi," katanya pula.

Anggota Komisi VII DPR itu meminta Pemerintah menugaskan Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman dan jaringan laboratorium lain, untuk melakukan penelitian serta mendeteksi pola penyebaran varian baru tersebut.

"Selama ini jaringan laboratorium uji whole genome sequencing (WGS) mampu mendeteksi penyebaran varian COVID-19 yang telah ada di Indonesia," katanya lagi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan hingga saat ini belum ditemukan COVID-19 varian baru, seperti Lamda, Mu, dan C.1.2 di Indonesia.

Budi menyebutkan ketiga virus varian baru ini sudah menyebar di 9 negara. Karena itu, Pemerintah terus meneliti dan memantau persebarannya agar tidak masuk ke Indonesia.

Budi mengatakan Pemerintah tengah memperkuat jaringan laboratorium uji whole genome sequencing (WGS) atau tes khusus mengawasi mutasi virus. Ia mengatakan percepatan memperbanyak laboratorium itu berguna, agar lebih cepat mengidentifikasi adanya varian baru di Indonesia.

Budi menyatakan saat ini sudah ada 21 jaringan laboratorium yang dapat melakukan pengetesan WGS dengan lebih canggih. Ia mencatat sejak bulan Januari-Agustus 2021 lalu, pihaknya telah melakukan tes WGS sebanyak 6.161 spesimen.
Baca juga: Mayjen Tugas: Waspada varian baru terkait pekerja migran dominasi RSDC
Baca juga: Gubernur: Semua pihak di Jateng harus waspadai varian baru COVID-19

Pewarta: Fauzi
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini sikap Komnas HAM & DPR pada kasus polisi banting mahasiswa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar