Taipei, 28/12 (ANTARA/RTI) - Presiden Taiwan Ma Ying-jeou akan segera menemui perwakilan pemerintah Jepang untuk mendesak mereka memberikan keadilan kepada para wanita korban perang dunia kedua di Taiwan.

Sekretaris Jenderal Hubungan Asia Timur, di Kementerian Luar Negeri Taiwan Huang Ming-lung menyampaikan, tahun depan Ma akan menyampaikan hal itu secara resmi kepada pemerintah Jepang dan menegaskan posisi Taiwan yaitu meminta pemerintah Jepang secara tulus menyampaikan permintaan ma`af dan ganti rugi kepada korban.

Pada pembukaan "Pameran Perjuangan Tuntutan Hukum Kepada Pemerintah Jepang Oleh Korban Wanita Taiwan Perang Dunia II", baru-baru ini, Presiden Ma dalam pembukaan menyampaikan ia sangat menyayangkan pemerintah Jepang tidak menyampaikan permintaan ma`af kepada wanita Taiwan --yang menjadi korban perang dunia II. Dalam jumpa pers rutin Kemenlu disampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan hal tersebut kepada Pemerintah Jepang dan meminta mereka secara tulus menghadapi masalah yang dimaksud.

Huang menyampaikan, "Karena Jepang hari ini mulai libur maka kami secara tidak formal telah mengajukan hal tersebut. Tetapi tidak formal merundingkan permasalahan ini, kami telah meminta pemerintah Jepang untuk menyampaikan dengan secara tulus pernyataan ma`af dan ganti rugi kepada korban, pendirian ini tidak akan berubah."

Selain itu, mengenai Jepang merevisi "Rencana Kerangka Utama Pertahanan Negara", itu akan mengkhawatirkan posisi China Daratan dan dunia, sehingga pihaknya akan memperkuat pertahanan negara di wilayah kepulauan Barat Daya Taiwan. Mengenai itu, Huang menekankan pendiriannya serta menegaskan kembali kebijakan Presiden Ma, dan berharap hubungan baik Taiwan-Jepang dapat terus dibina dan menjadi landasan perdamaian dan keamanan di wilayah Asia Timur.

(Uu.A51/B/C003)

(T.A051/B/C003/C003) 28-12-2010 21:27:35

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2010