Berbekal modal BRI, Bubu Songket asal Padang bangkit kembali

Berbekal modal BRI, Bubu Songket asal Padang bangkit kembali

Yosi Irawati (43) yang merupakan pengusaha songket asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat. ANTARA/HO-BRI

Sekitar 2018, saya bekerja sama dengan keluarga suami, namun kini saya sudah berdiri sendiri. Saat mencoba mandiri, awalnya saya mengalami keterbatasan modal yang akhirnya mendapatkan solusi dari BRI untuk merintis usaha songket saya agar lebih maju
Jakarta (ANTARA) - Yosi Irawati (43) asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat, berhasil membangkitkan usahanya yakni "Bubu Songket" melalui bantuan modal dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero).

“Sekitar 2018, saya bekerja sama dengan keluarga suami, namun kini saya sudah berdiri sendiri. Saat mencoba mandiri, awalnya saya mengalami keterbatasan modal yang akhirnya mendapatkan solusi dari BRI untuk merintis usaha songket saya agar lebih maju lagi," ujar Yosi dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Menurut Yosi, ia sangat terbantu dengan pinjaman yang diberikan BRI, ditambah lagi dengan proses pengajuan yang praktis selama dokumen lengkap.

Yosi mulai tertarik dengan usaha kain songket pada 2016, dengan bermodalkan satu batang kain songket Padang senilai Rp2,5 juta, yang kemudian ditawarkan kepada rekan-rekannya.

Pelanggan pun memberikan respons yang baik hingga seiring berjalannya waktu, usaha songket Yosi pun mulai memperoleh banyak permintaan.

Usaha Bubu Songket pun kian berkembang dan memiliki banyak peminat dan sudah dipasarkan ke seluruh Indonesia, termasuk ke Papua, Kalimantan, dan Sulawesi, sementara untuk pasar ekspor, usaha tersebut sudah menjangkau Malaysia dan Turki.

Biasanya dalam sebulan, Yosi minimal mampu menjual 15 kain songket dengan harga mulai dari Rp2,2 juta hingga Rp8 juta, sehingga dalam sebulan keuntungan yang diraup mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta.

Namun, ia sempat mengalami kesulitan pada 2018 karena keterbatasan modal. Kala itu, Bank BRI hadir menjadi penolong bagi usaha songketnya hingga bisa bertahan dan berlanjut sampai saat ini.

Selain bantuan modal, Yosi juga mendapatkan bantuan berupa pelatihan dari BRI mengenai cara memasarkan produk di masa pandemi, dan peluang ekspor keluar negeri.

Berkat kerja keras dan kemauan yang tinggi untuk belajar hal baru, Yosi akhirnya terpilih oleh BRI untuk tampil di pameran BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENUER 2020.

“Waktu acara BRILIANPRENEUR saya diminta mengajukan oleh BRI, setelah melakukan kurasi nyata usaha saya lolos dan bisa ikut pameran daring. Pengaruhnya, banyak pembeli yang menghubungi saya baik dari dalam maupun luar negeri, sehingga permintaan terus meningkat,” katanya.

Kini, Yosi mampu memberdayakan 10 orang masyarakat sekitar, tujuh orang di antaranya bertugas sebagai perajin tenun songket, sementara sisanya bertugas sebagai penjahit dan pengemasan.

Baca juga: Songket Unggan Sumbar yang menumbuhkan harapan

Baca juga: Mimpi Dona jadikan Songket Silungkang mendunia


 

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Korem 102 Pjg terima 1unit ambulans dari BRI Palangka Raya

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar