Merauke, Papua (ANTARA News) - Pangdam XVII Cendrawasih Mayjen TNI Erfi Triasunu mengungkapkan adanya peran pihak ketiga dalam penyerangan pos perbatasan Indonesia-Papua New Guinea di Kampung Nasem, Kabupaten Merauke, Papua, Jumat lalu (14/1).

"Saya tidak menuding siapa-siapa, tapi ada pihak ketiga dibalik penyerangan ini dengan tujuan tersendiri, dengan harapan keinginannya bisa tercapai sehingga membuat situasi daerah tidak kondusif. Ini berdasarkan penyelidikan yang dilakukan," tegas Pangdam kepada wartawan ketika mengunjungi lokasi penyerangan, Selasa.

Menurut Erfi Triassunu, perlawanan prajurit TNI yang menyebabkan Kleman Samkakai dan Amandus Galum tewas sudah sesuai prosedur. Kedua pelaku penyerangan itu telah memasuki pos dan menyerang serta merampas senjata api milik aparat.

"Istilahnya kalau dalam berperang sebelum kita di tembak kita harus menembak duluan," ujar Pangdam.

Sebelumnya diberitakan, Pos Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Batalyon Infantri 132/Bima Sakti di Kampung Nasem, Distrik Merauke, di serang dua warga bersenjata tradisional pada Jumat (14/1) lalu sekitar pukul 07.00 WIT.

Selain menewaskan dua pelaku penyerangan, seorang anggota TNI, Pratu Sukirman, juga terluka terkena panah pada lengan kirinya.

Usai meninjau lokasi penyerangan, Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Erfi Triassunu beserta rombongan akan bertolak ke kabupaten boven Digoel, Rabu (2/2), dengan mengunakan pesawat Twin Other Merpati, dan hari itu juga rombongan akan kembali ke Merauke, untuk selanjutnya ke Jayapura pada Kamis.

(KR-MBK/S026)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2011