Forum DAS Babel bina generasi muda cinta lingkungan melalui jambore

Forum DAS Babel bina generasi muda cinta lingkungan melalui jambore

Panitia Jambore beraudiensi dengan Bupati Bangka Barat Sukirman. ANTARA/HO-Panitia Jambore Fordas Babel.

Jambore Forum Daerah Aliran Sungai Babel 2021 digelar di Bukit Pelangas, Simpangteritip, Bangka Barat 21-23 Oktober 2021
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Forum Daerah Aliran Sungai Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pembinaan generasi muda cinta lingkungan melalui jambore yang akan diselenggarakan di Bukit Pelangas, Kabupaten Bangka Barat.

"Selama jambore, para relawan muda ini akan kami berikan berbagai materi menarik tentang bagaimana mencintai dan bersahabat dengan alam sehingga mereka bisa menjadi relawan yang tangguh, cerdas, beradab dan bermartabat," kata Sekretaris Panitia Pelaksana Jambore Forum DAS Babel 2021, Ardianeka di Mentok, Bangka Barat, Jumat.

Baca juga: KLHK targetkan pemulihan lahan DAS 35.000 ha pada 2022

Kegiatan tahunan Jambore Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Babel 2021 digelar di Bukit Pelangas, Simpangteritip, Bangka Barat mulai 21 hingga 23 Oktober 2021 yang diharapkan bisa sebagai ajang pembinaan generasi muda agar semakin mencintai dan bersahabat dengan lingkungan.
Lokasi pelaksanaan Jambore Relawan Fordas Babel 2021 di Bukit Pelangas. (ANTARA/HO-Panitia Jambore Fordas Babel)


Ardianeka mengatakan kegiatan tersebut dinilai cukup menarik dan selama ini mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan, terutama generasi muda yang ingin belajar langsung di alam terbuka, bahkan direncanakan kegiatan itu juga akan dihadiri Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Direktur Jenderal Gakkum LHK Rasio Ridho Sani dan sejumlah pejabat lain.

Baca juga: Muara Sungai Kurau di Babel dinormalisasi dengan pengerukan

"Bukit Pelangas merupakan salah satu bukit yang saat ini dikembangkan menjadi tempat rekreasi alam yang menarik, di situ kita juga bisa belajar banyak tentang alam karena lokasi itu masuk salah satu 'geosite' yang memiliki kekayaan aneka ragam flora dan fauna," katanya.

Dalam jambore tersebut juga akan akan melibatkan sejumlah kelompok atau komunitas dan para pegiat lingkungan sehingga bisa untuk dijadikan wadah saling tukar pikiran atau informasi.

"Saat ini seluruh panitia masih melakukan berbagai persiapan guna menyukseskan kegiatan tersebut, persiapan lokasi agar bisa menampung ratusan peserta dan persiapan lainnya," katanya.

Baca juga: Forum DAS Jambi: Perlu peran komunitas untuk lestarikan lingkungan

Selain sebagai tempat menimba ilmu dengan terjun langsung ke alam, melalui kegiatan itu juga diharapkan bisa mengangkat potensi budaya dan kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Potensi budaya kearifan lokal tersebut, menurut dia, merupakan aset daerah yang perlu terus dirawat dan dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan yang nantinya akan diwariskan kepada generasi selanjutnya.

"Melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda kita akan semakin peduli, peka dan cinta terhadap lingkungan sekitar sehingga gerakan merawat alam akan semakin terasa dan nyata dilakukan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Baca juga: 3.000 bibit bambu akan ditanam di DAS Ayung pada Hari Tumpek Wariga

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar