PN Jaksel gelar sidang perdana "unlawfull killing" secara langsung

PN Jaksel gelar sidang perdana "unlawfull killing" secara langsung

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono (kedua kiri) saat meninjau langsung proses rekonstruksi kasus penembakan enam orang Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Japek KM 50, Karawang, Jawa Barat, Senin. ANTARA/-HO-Polri.

Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menggelar sidang perdana kasus penembakan anggota FPI (organisasi sudah dibubarkan, red) di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek atau disebut "unlawful killing", Senin.

Sidang dilaksanakan secara langsung atau "offline" dihadiri dua terdakwa.

Sidang dimulai pukul 10.30 WIB dengan agenda pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Sidang kasus "unlawful killing" dipindahkan ke PN Jaksel

Persidangan dipimpin Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara terdiri atas M Arif Nuryanta selaku hakim ketua serta dua hakim anggota masing-masing Haruno dan Elfian.

Kepala Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Haruno mengatakan sidang dilakukan secara "offline" karena para terdakwa tidak dilakukan penahanan sehingga bisa menghadiri sidang secara langsung.

"Infonya terdakwa tidak dilakukan penahanan jadi persidangan dilaksanakan "offline," kata Haruno.

Baca juga: Polri: Satu tersangka 'unlawful killing' positif COVID-19

Adapun sidang perdana untuk terdakwa Briptu Fikri Ramadhan, sedangkan pembacaan dakwaan untuk Ipda M Yusmin O digelar setelah zuhur.

Kedua terdakwa merupakan anggota polisi di Polda Metro Jaya, berstatus aktif hingga saat ini.

Dalam surat dakwaan JPU, Briptu Fikri Ramadhan didakwa dengan Pasal 351 ayat (3) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke (1) KUHP.

Adapun para kedua terdakwa didampingi oleh Tim Penasihat Hukum dari Pendopo Henry Yosodinigrat.
 

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar