Zona orange COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa satu daerah

Zona orange COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa satu daerah

Sejumlah murid penyintas bencana likuifaksi mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM) perdana di sekolah darurat bencana SD Inpres Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (18/10). ANTARA FOTO/Basri Marzuki/hp.

Palu (ANTARA) - Pusdatina COVID-19 Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat daerah yang masuk dalam zona oranye atau zona dengan risiko sedang penyebaran COVID-19 di provinsi itu berkurang dan tersisa satu daerah.

"Hingga kini tersisa Kabupaten Morowali Utara (Morut) yang masih berada dalam zona oranye COVID-19," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Adiman di Kota Palu, Rabu malam.

Sementara itu, lanjutnya, Kota Palu, Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan (Bangkep), Banggai Laut (Balut), Buol, Donggala, Morowali, Parigi Moutong (Parimo), Poso, Sigi, Tojo Una-Una (Touna), Tolitoli yang sebelumnya masuk dalam zona oranye saat ini telah keluar dan masuk dalam zona kuning atau zona dengan resiko rendah terjadi penularan dan penyebaran COVID-19.

Baca juga: Kasus aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tinggal 0,45 persen
Baca juga: Pemkot Palu sebut tersisa 18 warga masih menjalani perawatan COVID-19


Adiman menerangkan kasus aktif COVID-19 di Kabupaten Morut ada 26 kasus. Kemudian kasus aktif COVID-19 di 12 daerah zona kuning COVID-19 meliputi 16 kasus di Palu, 12 kasus di Banggai, 24 kasus di Bangkep.

"Selanjutnya 27 kasus di Parimo, 45 kasus di Poso, 14 kasus di Sigi, 15 kasus di Tolitoli, sembilan kasus di Touna, Morowali dan Donggala, lima kasus di Buol dan dua kasus di Balut," ujarnya.

Secara kumulatif, Adiman menerangkan sampai hari ini sudah 46.860 orang yang terpapar COVID-19 di Provinsi Sulteng. Dari 46.860 orang tersebut, 45.064 orang dinyatakan telah sembuh, 1.583 orang meninggal dunia dan 213 pasien masih menjalani isolasi secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan setempat,.

"Saya mengimbau masyarakat agar tetap taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas di luar rumah agar tidak terpapar," tambahnya.

Baca juga: Gubernur Sulteng minta pemkab terus gencarkan vaksinasi COVID-19
Baca juga: Pemkab Morowali Utara minta warga abaikan hoaks soal vaksin COVID-19
Baca juga: Yayasan BUMN salurkan alat penanganan COVID-19 di Sulteng


Pewarta: Muhammad Arshandi
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Kelompok Tani Sulteng pamerkan Produk hasil hutan bukan kayu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar