Rumah tidak layak huni di Rote Ndao capai 5.000 unit

Rumah tidak layak huni di Rote Ndao capai 5.000 unit

Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek. ANTARA/Kornelis Kaha.

Jadi kami targetkan pada 2024 nanti Rote Ndao bebas dari rumah tidak layak huni
Kupang (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, melaporkan saat ini ada sekitar 5.000 rumah tidak layak huni yang dimiliki oleh masyarakat kurang mampu di daerah paling selatan NKRI itu.

"Kami sekarang di Kabupaten Rote Ndao tercatat ada 5.000 rumah tidak layak huni, dan kita sedang programkan untuk membuat rumah yang layak untuk ditempati," kata Wakil Bupati Rote Ndao Stefanus Saek kepada ANTARA di Kupang, Jumat.

Baca juga: Kementerian PUPR: 250 rumah tak layak di Gorontalo Utara siap dibedah

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan upaya dari Pemda Rote Ndao dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah itu yang kini mencapai 28.720 juta atau setara dengan 16,21 persen dari total jumlah penduduk di Rote Ndao yang mencapai 143 ribu jiwa.

Stefanus mengatakan bahwa perbaikan rumah tidak layak huni di kabupaten itu sudah masuk dalam program utama yang targetnya sampai dengan 2024 bisa dituntaskan.

"Jadi kami targetkan pada 2024 nanti Rote Ndao bebas dari rumah tidak layak huni," ujar dia.

Baca juga: 1.400 rumah tak layak huni di Kampung Inggris Pare akan direvitalisasi

Perbaikan rumah tidak layak huni itu, ujar dia merupakan upaya dari Pemda Rote Ndao mengentaskan kemiskinan di daerah itu yang kini jumlahnya kurang lebih mencapai 48.770 jiwa.

Ia pun mengatakan bahwa dengan adanya upaya atau dukungan pemerintah pusat untuk mengentaskan kemiskinan di daerah itu tentu saja ia optimis bahwa angka kemiskinan di daerah itu bisa berkurang.

Baca juga: 4.000 rumah tak layak huni di Bogor dapat bantuan rehabilitasi

Menurut dia Pemda Rote Nndao sendiri sudah mempunyai beberapa program untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di daerah itu, salah satunya dengan program jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek ujar dia akan diberikan bantuan-bantuan sosial untuk meringankan beban masyarakat. Sementara jangka panjang pemerintah setempat akan menciptakan program pemberdayaan masyarakat.

"Hal ini bertujuan agar mereka mempunyai kemampuan untuk mendapatkan pemasukan yang lebih baik," ujar dia.
 

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Mata Indonesia: Berdaya dengan rumput laut - Bagian 1

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar