BNPB: Intelektual berperan bangun ketangguhan warga hadapi bencana

BNPB: Intelektual berperan bangun ketangguhan warga hadapi bencana

Tangkapan layar Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan (panel atas, kedua kiri) dan Kepala BNPB periode 2008-2015 Syamsul Maarif (panel bawah, ujung kiri) dalam diskusi virtual, diikuti dari Jakarta, Sabtu (23/10/2021). ANTARA/HO-BNPB

Indonesia sebagai laboratorium bencana
Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menegaskan pentingnya peran intelektual untuk membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana yang ada di Tanah Air.

"Mereka merupakan pakar atau akademisi sebagai bagian dalam pentahelix penanggulangan bencana di Indonesia," ujar Sekretaris Utama BNPB Lilik ketika menjadi pembicara kunci dalam diskusi virtual tentang peran intelektual dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana, menurut keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam diskusi yang diadakan pada Sabtu (23/10) itu, Lilik mengatakan bahwa intelektual sebagai bagian dari pentahelix sangat berkontribusi dalam penanggulangan bencana. Dia memberi contoh bagaimana ilmuwan dan peneliti berperan memberikan sumbangsih karya dan kerja dalam pengurangan risiko bencana.

Hal itu penting mengingat Indonesia mengalami berbagai kejadian bencana yang menjadikan masyarakatnya semakin tanggah dalam menghadapi berbagai potensi yang ada.

Baca juga: BNPB: Riset dan inovasi penting untuk pengurangan risiko bencana
Baca juga: Ragam inovasi-teknologi penanggulangan bencana telah dihasilkan BRIN
Baca juga: Riset sejarah dan mitigasi bencana dipaparkan ahli Indonesia


Kepala BNPB periode 2008-2015 Syamsul Maarif dalam diskusi yang sama menekankan bahwa Indonesia bukanlah negeri supermarket bencana.

"Kita harus mulai dengan paradigma baru, yaitu Indonesia sebagai laboratorium bencana," kata Syamsul.

Untuk itu, peran akademisi dan intelektual sangat penting dalam mendorong ketangguhan bersama. Syamsul menjelaskan bahwa ketika menjadi kepala BNPB periode pertama, dia selalu menekankan peran perguruan tinggi dalam penanggulangannya.

Syamsul sendiri merupakan penggagas lahirnya konsep keilmuan dalam menanggulangi bencana, khususnya pengurangan risiko bencana. Dia mendorong teknologi karya anak bangsa melalui kajian atau pemutakhiran riset maupun peralatan yang bermanfaat dalam penanggulangan bencana.

Baca juga: LIPI kembangkan teknologi mitigasi bencana berbasis riset fundamental
Baca juga: BRIN dorong sinergi optimalisasi pemanfaatan inovasi tangani bencana
Baca juga: Profesor riset LIPI dorong penguatan penelitian sesar aktif

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Ini respons cepat BNPB tangani erupsi Gunung Semeru

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar