Baghdad (ANTARA News) - Kilang minyak terbesar Irak ditutup Sabtu setelah para gerilyawan melancarkan serangan bom dan membakarnya, kata gubernur provinsi Salahuddin.

Para penyerang membunuh empat orang dan meletakkan bom-bom di unit-unit produksi minyak tanah dan bensin di kilang di kota Baiji itu, bekas pangkalan Al Qaida sekitar 180km utara Baghdad, kata Gubernur Ahmed al Jubouri, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Kilang minyak Baiji dkuasai dalam waktu lama oleh gerilyawan Al Qaida, yang menggunakannya untuk membiayai pemberontakan mereka.

Kilang itu biasanya broperasi 70 persen dari kapasitasnya dan menghasilkan 11 juta liter minyak gas, tujuh juta liter bensin dan 4,5 juta liter minyak tanah setiap hari.
(*)

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2011