Atasi defisit SDM, Kemenperin gelar Pekan Vokasi Industri

Atasi defisit SDM, Kemenperin gelar Pekan Vokasi Industri

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat memberi sambutan pada acara Pekan Vokasi Industri yang digelar pada 1-7 Desember 2021 di Jakarta. ANTARA/Sella Panduarsa Gareta/am.

Kementerian Perindustrian menyadari bahwa penyediaan SDM kompeten merupakan bagian investasi pengembangan industri
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Pekan Vokasi Industri sebagai upaya mengakselerasi pemenuhan kebutuhan SDM industri, sekaligus mengatasi defisit SDM sektor industri.

"Kita ada studi yang mengatakan bahwa kebutuhan SDM industri kita 682.000. Itu dalam kondisi normal. Saya memprediksi, dengan target pertumbuhan industri sebesar lima persen tahun depan, saya yakin kebutuhan SDM industri akan semakin meningkat. Oleh karena itu, kalau kita tidak siap, kita akan ketinggalan," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita usai meresmikan Pekan Vokasi Industri yang digelar di Jakarta pada 1-7 Desember 2021 di Jakarta, Rabu.

Agus memaparkan Kementerian Perindustrian menyadari bahwa penyediaan SDM kompeten merupakan bagian investasi pengembangan industri.

"Untuk itu, perlu adanya penyelarasan supply dan demand dalam penyediaan SDM industri kompeten," ujar Agus.

Untuk itu, BPSDMI Kementerian Perindustrian menyelenggarakan program-program kemitraan yang terkait dan terhubung atau link and match antara dunia pendidikan dan dunia Industri sehingga mismatch supply dan demand di unit pendidikan dan pelatihan industri tidak terjadi.

Namun, jumlahnya yang sangat sedikit dibandingkan dengan demand yang ada, di mana suplai SDM industri hanya sekitar 6.000 orang.

Sedangkan, Menperin memproyeksikan kebutuhan SDM industri setiap tahunnya sebesar 682.000 orang. Untuk itu, Kemenperin melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan vokasi nasional.

Selain program pendidikan vokasi yang di bawah Kemenperin, juga digelar diklat 3 in 1, program D1 serta penguatan revitalisasi link and match SMK dan industri untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

"Namun, kita perlu berhati-hati, karena dalam pandangan saya, potensi defisit SDM industri itu akan selalu ada, seiring dengan tumbuhnya sektor industri, karena itu, ini menjadi PR kami di pemerintah untuk segera mengakselerasi pemenuhan kebutuhan tersebut," ujar Agus.

Selain itu, tambahnya, Kemenperin menyadari bahwa pihaknya tidak bisa jalan sendiri perlu upaya yang luar biasa melibatkan seluruh komponen industri. Hal tersebut menjadi salah satu pendorong diselenggarakannya Pekan Vokasi Industri.

Pekan Vokasi Industri atau Industrial Vocational Week merupakan acara kolaborasi BPSDMI Kemenperin dengan Kementerian Koordinator Perekonomian, Pemerintah Jerman, dan Kadin Indonesia sebagai langkah strategis untuk memenuhi 682.000 kebutuhan SDM industri per tahun.

Acara tersebut terdiri atas beberapa kegiatan, meliputi pelatihan di tempat kerja, workshop cost and benefit analysis, coaching clinic super tax deduction, webinar, penandatanganan MOU dengan mitra industri dan mitra luar negeri sekaligus meresmikan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0).

Pada Pekan Vokasi Industri ini, Kemenperin-GIZ Jerman menjaring animo industri melalui peluncuran sebuah platform terintegrasi bernama Virtual Market Place yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah industri dalam mencari calon tenaga kerja yang potensial sekaligus sebagai referensi bagi Kemenperin dalam memberikan fasilitasi.

"Selama ini, BPSDMI berkolaborasi baik dengan institusi dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Swiss, Jerman, Singapura, Australia, Taiwan, dan Jerman. Dari program kerja sama tersebut, BPSDMI telah bermitra dengan setidaknya 5.678 industri dan badan usaha dalam memenuhi kebutuhan industri," kata Kepala BPSDMI Arus Gunawan.

Pada Pekan Vokasi Industri kali ini, BPSDMI juga melakukan penandatanganan MoU dengan AOTS Jepang tentang Training Program for Infrastructure Human Resources Development of Manufacturing Industry in Indonesia dan penandatanganan MoU dengan PT Kawan Lama Sejahtera tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat.

Penandatanganan kedua MoU tersebut, menunjukkan bahwa Kemenperin terus bersinergi dan membangun komitmen dengan pemangku kepentingan, baik dalam dan luar negeri untuk mengakselerasi pemenuhan SDM industri Indonesia.

Pada hari ke-3 Pekan Vokasi Industri yang digelar Jumat (3/12/2021), Kemenperin meresmikan Pusat Industri Digital 4.0 yang akan diikuti oleh kunjungan delegasi G20 pada 8 Desember 2021.

Baca juga: Kemenperin anugerahi 16 perusahaan industri pencetus teknologi
Baca juga: Pacu inovasi riset, Kemenperin gelar penghargaan Rintek 2021
Baca juga: Kemenperin inisiasi pembangunan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0


Pewarta: Sella Panduarsa Gareta
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Realisasi PNBP Kemenperin 2021 capai Rp237,87 milia-

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar