BPBD sebut alat pendeteksi tsunami di laut selatan Cianjur rusak

BPBD sebut alat pendeteksi tsunami di laut selatan Cianjur rusak

Warga di pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, diimbau waspada dan siaga serta segera mengungsi saat melihat tanda akan terjadinya bencana. ANTARA POTO. (Ahmad Fikri)

Kami hanya melakukan pengawasan terhadap alat deteksi yang disediakan BNPB
Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, mencatat lima alat pendeteksi Tsunami Early Warning System (TEWS) yang terpasang di laut selatan Cianjur sudah tidak berfungsi karena rusak akibat dimakan usia dan cuaca, sejak empat tahun terakhir.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo di Cianjur, Rabu, l mengatakan alat pendeteksi tsunami yang dipasang sejak beberapa tahun lalu, oleh BNPB yang terpasang di tiga pantai di tiga kecamatan di wilayah selatan yaitu Kecamatan Cidaun, Sindangbarang dan Agrabinta.

Baca juga: Dinkes Cianjur optimistis vaksinasi 70 persen tercapai dua pekan lagi

"Alat tersebut sudah terpasang beberapa tahun yang lalu, namun sejak empat tahun terakhir sudah rusak dan tidak berfungsi. Kita tidak dapat melakukan perbaikan karena milik BNPB," katanya.

Ia menjelaskan rusaknya alat tersebut karena lapuk dimakan usai dan faktor cuaca, sehingga tidak dapat berfungsi. Pihaknya telah melaporkan hal tersebut, hingga saat ini, belum ada perbaikan atau jawaban pasti dari BNPB kapan alat pendeteksi tsunami akan diperbaiki.

Baca juga: BPBD imbau warga di selatan Cianjur lebih meningkatkan kewaspadaan

Baca juga: Longsor yang tutup jalan antardesa di Cianjur terus ditangani BPBD


"Kami hanya melakukan pengawasan terhadap alat deteksi yang disediakan BNPB. Sejak alat dipasang di pantai selatan Cianjur, tidak disertai dengan serah terima, sehingga kami tidak tahu harus berbuat apa, meski alat pendeteksi tsunami sangat dibutuhkan," katanya.

Tidak hanya di Cianjur, tambah dia, rusaknya alat alat pendeteksi dini tsunami itu juga terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga untuk antisipasi tsunami, pihaknya
telah memasang rambu jalur evakuasi dan tengah melalukan edukasi mitigasi kebencanaan di daerah rawan terjadinya bencana tsunami di pantai selatan Cianjur.

"Imbauan waspada tetap kita gencarkan, terlebih warga di pesisir sudah jeli membaca tanda alam dan diminta untuk mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadinya bencana termasuk tsunami. Kami juga siagakan relawan untuk memantau dan mengawasi situasi di pesisir, " kata Rudi.

Baca juga: Jembatan gantung penghubung dua kecamatan di Cianjur putus

Baca juga: Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango Cianjur dibuka kembali


Pewarta: Ahmad Fikri
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Bio Farma kembangkan vaksin BUMN untuk dijadikan booster

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar