Wisata budaya raih indeks tertinggi program TV KPI, sinetron terendah

Wisata budaya raih indeks tertinggi program TV KPI, sinetron terendah

Komisioner KPI Bidang Kelembagaan sekaligus penanggung jawab riset Yuliandre Darwis memaparkan hasil riset indeks kualitas program siaran televisi periode II tahun 2021 secara daring melalui zoom meeting serta laring di Harris Hotel Bekasi, Kamis. ANTARA/Pradita Kurniawan Syah.

Bekasi (ANTARA) - Tema wisata budaya meraih indeks tertinggi sebagai program televisi di Indonesia menurut Hasil Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi periode II tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Memasuki era digital, hal yang paling utama adalah The King is Konten. Dengan peralihan dari analog ke digital, sudah dipastikan ke depan akan semakin beragam konten televisi di Indonesia," kata Komisioner KPI Bidang Kelembagaan sekaligus penanggung jawab riset Yuliandre Darwis dalam paparannya di Bekasi pada Kamis.

Baca juga: Didesak setop tayangan sinetron "Zahra", KPI kaji potensi pelanggaran

Program wisata budaya mendapatkan indeks tertinggi yakni 3.62 dari delapan program siaran televisi yang terdiri atas program berita, anak, talkshow, religi, wisata budaya, sinetron, variety show, dan infotainment.

Hasil riset juga menunjukkan bahwa masih ada tiga program siaran yang berada di bawah standar berkualitas yakni variety show 2.92, infotainment 2.62, dan program sinetron 2.59.

Sebagai program siaran yang mendapat nilai indeks paling rendah, kata dia, sinetron menerima catatan dalam aspek perlindungan kepentingan anak dan remaja, serta kesesuaian terhadap perkembangan psikologis anak dan remaja.

"Catatan lain untuk sinetron adalah adegan kekerasan baik verbal maupun non verbal dan ungkapan kasar serta makian yang memiliki kecenderungan menghina dan merendahkan martabat manusia," katanya.

Pihaknya berharap lembaga penyiaran dapat terus meningkatkan kuantitas program siaran dengan nilai indeks tertinggi yakni program wisata budaya.

Baca juga: KPI Nilai "Termehek-mehek" Bohongi Penonton

"Dari catatan riset, tidak semua lembaga penyiaran memiliki program wisata budaya, padahal program ini memiliki nilai strategis dalam rangka memperkaya wawasan nusantara dan memaknai hakikat kebhinekaan bangsa," katanya.

Penyelenggaraan riset atas kualitas siaran di televisi ini sudah memasuki tahun ke-enam dan sejak 2020, hasil riset ini mengalami tren kenaikan.

"Dengan melibatkan 12 perguruan tinggi se-Indonesia serta para ahli, riset ini merupakan bentuk dedikasi KPI yang tidak pernah berhenti menjadi garda terdepan dalam mengawal siaran yang sehat dan bermartabat," katanya.

Sebagai salah satu program prioritas Bappenas, hasil riset ini diharapkan memberi manfaat dan kontribusi dalam membangun kualitas program di era penyiaran digital ke depan, serta inspirasi atas aktivitas penyiaran di berbagai platform media termasuk media baru.

KPI juga berharap perusahaan yang beriklan dapat ikut berkontribusi dalam penempatan iklan di program-program yang terbukti memiliki kualitas baik sebagaimana harapan pihaknya yakni riset ini memiliki pengaruh besar terhadap ekosistem penyiaran, baik di lembaga penyiaran, masyarakat, juga pengiklan.

"Dukungan pengiklan pada program-program siaran yang berkualitas berdasarkan hasil riset KPI akan membantu kesinambungan program tersebut untuk terus hadir di tengah masyarakat," kata dia.


Baca juga: KPI Minta Trans TV Hentikan Penayangan Sinetron "Selebriti Juga Manusia"

Baca juga: KPI Pusat tindaklanjuti rekomendasi Komnas HAM soal pelecehan seksual

Baca juga: Kominfo dorong penegakan hukum yang adil pada kasus pelecehan di KPI

Pewarta: Pradita Kurniawan Syah
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021

KPI: Tiga program televisi masih di bawah standar kualitas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar