Laporan dari China

China protes keras penangguhan kejuaraan tenis terkait skandal Peng

China protes keras penangguhan kejuaraan tenis terkait skandal Peng

Petenis China Peng Shuai menandatangani bola tenis ukuran jumbo dalam upacara pembukaan kompetisi tenis yunior di Beijing, China, 21November202. ANTARA/via REUTERS/via TWITTER @QINGQINGPARIS.

Beijing (ANTARA) - Asosiasi Tenis China (CTA) protes keras keputusan Asosiasi Tenis Putri Dunia atau WTA yang menangguhkan berbagai ajang kejuaraan internasional terkait dengan dugaan pelecehan seksual yang dialami oleh atlet putri Peng Shuai.

Keputusan yang dibuat WTA dengan dalih melindungi atletnya berdasarkan informasi yang dibuat-buat, demikian CTA dikutip Global Times, Jumat.

WTA menangguhkan beberapa turnamen tenis yang akan digelar di China karena kekhawatiran atas perlakuan terhadap Peng Shuai, mantan petenis nomor satu dunia nomor ganda.

Menurut CTA, keputusan WTA tidak hanya melukai perasaan yang bersangkutan, melainkan juga memupus harapan para petenis putri lainnya yang ingin berkompetisi secara fair.

Baca juga: Peng Shuai menguak upaya keras China mengendalikan narasi publik

Ini akan merusak reputasi seluruh insan cabang olahraga tenis, demikian CTA.

Peng menjadi perhatian publik dunia setelah mengunggah pesan di media sosial pada November lalu bahwa dia telah mengalami pelecehan seksual dari mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli.

China menentang keras semua tindakan politisasi olahraga, demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Wang Wenbin menanggapi keputusan WTA tersebut.

Pada 2020, berbagai ajang kejuaraan WTA di China dibatalkan setelah Badan Olahraga China (CGAS) menyatakan bahwa China tidak akan menggelar berbagai ajang kejuaraan olahraga bertaraf internasional karena pandemi COVID-19.

Sedikitnya tujuh ajang kejuaraan tenis WTA di China ditangguhkan pada tahun lalu. 

Baca juga: Djokovic dukung WTA tangguhkan turnamen di China karena Peng Shuai
Baca juga: China minta hentikan "politisasi" situasi Peng Shuai

 

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar