Tasikmalaya (ANTARA News) - Polisi berupaya melakukan pencarian seorang mahasiswi Universtias Siliwangi (Unsil), Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, yang diduga hilang menjadi korban penculikan Negara Islam Indonesia (NII) sejak dua pekan lalu.

Kapolsek Tawang Iptu Dani Prasetiya yang menangani kasus hilangnya mahasiswi tersebut, Jumat mengatakan berdasarkan informasi sementara mahasiswi bernama Rita Esti Kurnia (19) dikabarkan berada di Bandung.

Rita nama panggilan Esti mahasiswi FKIP jurusan Bahasa Sastra Indonesia itu, warga Jalan Gunung Sabeulah, Kecamatan. Cihideung, Kota Tasikmalaya, pergi dari rumahnya, Kamis (14/4) pagi tanpa pamitan kepada orang tua maupun saudara.

Lokasi kampus Unsil yang berada di wilayah hukum Polsek Tawang, kata Dani, jajaran anggotanya sudah melakukan penyelidikan dan pelacakan serta meminta keterangan dari teman dekat Esti.

Dari informasi yang dihimpun, kata Dani, belum dapat memastikan penyebab hilangnya mahasiswi tersebut sebagai korban penculikan jaringan NII, seperti yang dikhawatirkan keluarganya.

"Kita belum bisa memastikan hilangnya dia kemana, mesti melakukan penyelidikan dulu. Terutama menemukan korban terlebih dahulu," kata Dani.

Dari keterangan orang tua, kata Dani sempat berkomunikasi dengan Esti melalaui telepon seluler, dikabarkan sedang bekerja menjadi kasir di sebuah toko di Bandung.

Dalam percakapan yang dilakukan Jumat sekitar pukul 10.00 WIB bersama ibu kandungnya, Harti, Esti meminta ibunya tidak perlu khawatir tentang keberadaannya, karena kondisinya sehat, dan tidak terjadi sesuatu yang buruk.

"Sempat menghubungi ibunya melalui telepon, katanya nggak usah khawatir karena dia baik-baik saja," kata Dani menambahkan akan segera melacak keberadaan Esti koordinasi dengan pihak kepolisian wilayah Bandung.

Sementara itu kehilangan Esti bahkan tidak masuk kuliah sejak satu bulan lalu, membuat khawatir orang tuanya dengan adanya pemberitaan di media massa terkait aksi NII terhadap mahasiswa.(*)

(U.KR-FPM/Y008)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011