10 mobil tangki disiapkan untuk sedot genangan di taman kota dan jalan

10 mobil tangki disiapkan untuk sedot genangan di taman kota dan jalan

Simulasi penanganan korban banjir yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat di Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (17/11/2021) (ANTARA/Walda)

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Barat menyiapkan 10 mobil tangki untuk menyedot genangan yang berpotensi terjadi di taman kota dan jalanan saat hujan.

"Kita sudah siapkan 10 mobil tangki untuk sedot air supaya banjir di beberapa wilayah bisa cepat surut," kata Kepala Suku Dinas (Kasudin) Kehutanan dan Taman Kota Jakarta Barat Jauhar Arifien saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Mobil tangki tersebut disiagakan guna menyedot air yang menggenangi taman dan jalanan saat banjir. Setelah banjir surut, mobil tersebut juga berperan untuk menyemprot jalanan dan taman yang dipenuhi lumpur.

Nantinya, pihaknya berkoordinasi dengan pimpinan wilayah kecamatan atau kelurahan untuk mengerahkan mobil tersebut. "Jika kecamatan dan kelurahan butuh ya kita turun," kata dia.

Jauhar berharap pengerahan 10 mobil tangki tersebut dapat meringankan masyarakat yang terkena banjir.

Baca juga: Jakarta Barat pangkas 1.068 pohon untuk antisipasi musim hujan
Baca juga: Jakbar turunkan 470 reklame untuk antisipasi ambruk saat hujan


Sudin Pertamanan dan Hutan Kota JakJakarra Barat (Jakbar) juga mempersiapkan beberapa hal terkait antisipasi banjir. Salah satunya pembuatan "rain garden".

"Rain garden" sudah dibangun di beberapa kawasan diantaranya Jalan Pesanggrahan, Tubagus Angke, Daan Mogot, Makaliwe Raya, Mangga Dua, dan Joglo Raya.

Cara kerja "rain garden" cukup mudah, yakni air hujan yang menggenangi jalan atau permukiman, akan mengalir ke tengah taman yang berbentuk cekung. "Di tengah taman itulah air mengumpul dan akan diserap oleh 'rain garden' yang sudah dibangun di sana," katanya.

Dari "rain garden", kata dia, air bisa dialihkan ke saluran utama untuk dibuang ke sungai atau kali terdekat. "Kalau genangan air itu tingginya 10-20 cm, akan cepat surut masuk ke 'rain garden'," katanya.

Jauhar menilai, "rain garden" bekerja efektif pada saat turun hujan deras pada beberapa hari terakhir. Dia berharap, dengan upaya ini, genangan saat hujan deras di Jakarta Barat bisa diminimalisir dengan baik.

"Kita maksimalkan fungsinya. "rain garden" itu untuk menambah fungsi taman sebagai jalur dan resapan air," kata dia.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar