Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI Nurhayati Ali Assegaf memprediksi, kematian Osama bin Laden merupakan akhir dari Al Qaeda.

Ia mengatakan itu kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, sehubungan laporan tewasnya tokoh utama sekaligus pendiri Al Qaeda dalam suatu operasi gabungan intelijen dan militer yang sukses dari Amerika Serikat di Pakistan.

"Apabila kita belajar dari sejarah, misalnya Sadam Hussein, bukankah Amerika Serikat menginginkan serius kematiannya. Ketika itu terjadi, bukankah tidak ada lagi duplikatnya di Irak," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI itu

Politisi Perempuan Partai Demokrat yang aktif dalam berbagai forum parlemen sedunia ini juga terkesan tak sependapat dengan analisis sebagian pihak, tentang masih berbahayanya Al Qaeda pascawafatnya Osama bin Laden.

"Kematiannya adalah akhir Al Qaeda. Kasus Sadam di Irak contoh kasusnya. Habis riwayatnnya khan? Jadi mengapa kita sekarang berpikir terbalik," kata anggota Komisi I bidang luar negeri, pertahanan, intelijen, komunikasi, dan informatika itu.

Nurhayati Ali Assegaf mengatakan pula, ia perlu mengemukakan ini secara tegas, agar jangan ada yang terus menstigmakan hal-hal negatif terhadap komunitas tertentu.

"Iya, saya khawatir ini ada yang mewacanakan, agar Islam terus menerus dikambing-hitamkan. Bukankah Osama bin Laden identik dengan Sadam Hussein," ucapnya lagi.

Karenanya, ia berharap Badan Intelijen Negara (BIN) bisa bekerja dengan maksimal, bukan berdasarkan wacana atau ikut-ikutan berwacana.

"Sebagai negara yang berdaulat dan negara Demokrasi dengan mayoritas penduduk Muslim, maka negara wajib melindungi hak umat Islam sebagai WNI yang berjuang memerdekakan bangsa ini," tandasnya.

Ini, menurutnya, penting untuk mendapat perhatian.

"Tidak terus-menerus dijadikan musuh sebagai teroris," kata Nurhayati Ali Assegaf.

(M036)

Copyright © ANTARA 2011