Penjualan ANTAM hingga triwulan III-2021 naik 47 persen

Penjualan ANTAM hingga triwulan III-2021 naik 47 persen

Ilustrasi - Tambang ANTAM mencatatkan penjualan bersih naik 43 persen. ANTARA/HO-ANTAM/am.

Medan (ANTARA) - Total penjualan bersih PT Aneka Tambang Tbk atau ANTAM hingga triwulan III-2021 mencapai Rp26,48 triliun atau meningkat 47 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp18,04 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT ANTAM, Anton Herdianto, dalam keterangannya yang diterima di Medan, Senin, mengatakan ANTAM fokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri pada 2021.

Ia memaparkan penjualan bersih domestik menjadi penyumbang dominan atau sebesar Rp20,59 triliun dari total penjualan bersih ANTAM hingga akhir September 2021 sebesar Rp26,48 triliun.

Berdasarkan segmentasi komoditas, penjualan produk emas memberi kontribusi terbesar (67 persen) terhadap total penjualan bersih atau sebesar Rp17,67 triliun.

Baca juga: Antam tebar dividen Rp399 miliar, 35 persen dari laba

Disusul feronikel yang mencatatkan penjualan sebesar Rp4,34 triliun, bijih nikel Rp3,25 triliun, serta segmen bauksit dan alumina sebesar Rp959,24 miliar.

Menurut dia, fokus dalam pengembangan basis pelanggan logam mulia di pasar dalam negeri itu dilakukan setelah melihat meningkatnya terus kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik.

"Syukur terjadi peningkatan penjualan tahun ini. Penjualan bersih ANTAM selama Januari-September naik 47 persen atau sudah sebesar Rp26,48 triliun,"ujarnya.

Ia juga menyebutkan, kinerja penjualan emas ANTAM pada Januari-September mencapai 19.871 kilogram atau meningkat 34 persen dari capaian penjualan periode sama 2020 yang sebesar 14.876 kilogram.

Ada pun total volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung mencapai 1.162 kilogram.

Anton Herdianto menambahkan segmen nikel juga mencatatkan pencapaian kinerja yang positif pada tahun ini. Volume produksi feronikel ANTAM tercatat sebesar 19.097 ton nikel dalam feronikel (TNi), dengan tingkat penjualan feronikel sebesar 18.880 TNi.

Sementara itu, volume produksi bijih nikel yang digunakan sebagai bahan baku feronikel ANTAM dan penjualan kepada pelanggan domestik tercatat sebesar 8,30 juta wet metric ton (wmt).

Jumlah itu meningkat signifikan atau 190 persen dibandingkan capaian produksi periode sama 2020 yang sebesar 2,86 juta wmt.

Baca juga: Antam catat pertumbuhan produksi dan penjualan positif pada 2020

Volume penjualan bijih nikel ke pasar domestik juga tumbuh signifikan 376 persen dibandingkan capaian penjualan periode sama 2020 atau mencapai 5,76 juta wmt.

“ANTAM juga berfokus dalam pengembangan pasar domestik bijih nikel seiring dengan outlook pertumbuhan industri pengolahan nikel di dalam negeri dengan tetap mengedepankan aspek konservasi cadangan dan sumber daya bijih nikel ANTAM,"katanya.

Sementara itu, volume produksi komoditas bijih bauksit ANTAM yang digunakan sebagai bahan baku bijih pabrik Chemical Grade Alumina (CGA) serta penjualan kepada pihak ketiga tercatat sebesar 1,37 juta wmt.

Jumlah itu meningkat sebesar lima persen jika dibandingkan produksi bauksit pada periode sama 2020 sebesar 1,30 juta wmt.

Sementara itu, volume produksi CGA ANTAM pada tahun ini mencapai 55.814 ton alumina dengan tingkat penjualan CGA mencapai 93.869 ton alumina atau tumbuh 54 persen dibandingkan capaian periode sama tahun 2020.

Baca juga: Cadangan nikel Antam untuk industri baterai hingga 30 tahun

Baca juga: Antam komitmen suplai bahan baku baterai kendaraan listrik


 

Pewarta: Evalisa Siregar
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar