Semarang (ANTARA News) - Pengasuh Pondok Pesantren Soko Tunggal Semarang, KH Nuril Arifin yang akrab disapa Gus Nuril, mengatakan, dakwah tak hanya bisa dengan cara konvensional yakni melalui ceramah namun juga musik.

"Cara berdakwah semacam itu pernah dilakukan Walisongo, Sunan Kalijogo, melalui wayang kulit," katanya,usai penanaman pohon sebagai rangkaian "Perjalanan Spiritual Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur ke 99 Pesantren", di Semarang, Jumat.

Ia mengemukakan, musisi Iwan Fals yang tur keliling pesantren bersama kelompok musik Ki Ageng Ganjur pun bisa dimaknai sebagai dakwah karena melalui karnyanya yang sarat kritik dan ajakan kebaikan bisa membekas di hati masyarakat.

Saat ini, katanya, banyak da`i berdakwah melalui pengajian dan ceramah yang menggebu-gebu, namun tidak mampu membekas di hati pendengarnya sehingga setelah pulang ke rumah seperti tidak mendapatkan apa-apa.

"Kalau Iwan Fals melalui musiknya memiliki `daya sihir` luar biasa sampai mampu mengumpulkan ribuan fansnya yang dijuluki `Orang Indonesia (OI)", pesan-pesan moral yang disampaikan justru lebih membekas di hati," katanya.

Ia menilai, cara-cara dakwah persuasif melalui keindahan musik dan kata-kata justru bisa melunakkan hati yang keras dan lebih efektif, salah satunya menyadarkan orang untuk selalu berbuat kebaikan dan tidak melakukan kerusakan.

Karena itu, katanya, kolaborasi Iwan Fals dengan Ki Ageng Ganjur pimpinan Zastrouw Al Ngatawi bisa dikatakan sebagai dakwah model baru yang berbeda kemasan dengan dakwah konvensional, namun esensinya sebenarnya sama.

Senada dengan itu, Zastrouw Al Ngatawi mengatakan, tur keliling pesantren yang dilakukannya bersama Iwan Fals sebenarnya ingin mengembalikan khittah pesantren sebagai lembaga keagamaan yang bergerak pada aspek kebudayaan.

"Pesantren ada sejak masa Walisongo yang menyebarkan Islam melalui kebudayaan tradisional seperti wayang dan gamelan. Namun saat ini tidak ada satu pun pesantren yang memiliki peralatan gamelan," katanya.

Ia juga mengatakan, tur itu ingin menawarkan cara dakwah yang berbeda yakni melalui musik, karena selama ini dakwah cenderung dilakukan secara konvensional seperti pengajian dan ceramah.

Ia menyebutkan, Ponpes Soko Tunggal Semarang itu menjadi pesantren ke-50 yang disinggahi dalam rangkaian tur ke 99 pesantren, dan 17 ponpes di Jawa Tengah yang dikunjungi dalam rangkaian tur tersebut.

Usai penanaman pohon, Iwan Fals langsung latihan di salah satu ruang ponpes itu untuk mempersiapkan penampilannya di Stadion Tri Lomba Juang Semarang pada Jumat (27/5) malam. (*)

(U.KR-ZLS/M029)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011