Kuala Lumpur (ANTARA News) - Mandiri International Remittance Sdn Bhd menyiapkan program tabungan bagi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dalam mata uang rupiah yang syarat pembuatannya hanya menggunakan paspor ataupun kartu tanda penduduk guna diproses di Indonesia.

"Kami hanya minta foto kopi paspor dan KTP untuk memperlancar proses administrasinya," kata Direktur Utama Mandiri Remittance, Agus Haryoto Widodo saat dijumpai di kantornya di Kuala Lumpur, Kamis.

Semua pengurusan dokumentasi, lanjut dia, dilaksanakan di kantor Mandiri di Kuala Lumpur dan selanjutnya data-data tersebut dikirim ke Jakarta untuk diproses. Paling lambat dua minggu buku tabungan sudah bisa diperoleh oleh nasabah di Malaysia.

Menurut Agus, biaya pengurusan produk tabungan ini terbilang murah karena biaya administrasinya untuk satu tahun pertama tidak dipungut dan tahun berikutnya biayanya hanya Rp2.500 dan setoran awalnya minimal 150 ringgit atau setara Rp420 ribu.

Para nasabah juga bisa menggunakan kartu ATM untuk berbelanja di tempat yang diinginkannya asalkan ada logo VISA, Plus dan ATM Bersama. "Kartu ATM bisa juga sebagai kartu debit di seluruh dunia," ungkapnya.

Respon masyarakat Indonesia di Malaysia terhadap produk tersebut menurut dia cukup bagus karena sekarang ini sudah ada hampir 10 ribu nasabah.

"Ada sekitar 30 hingga 50 orang per hari yang minta dibukakan rekening tabungan TKI ini berarti sekitar 900 hingga 1.500 orang per bulan. Target kami adalah 2.000 nasabah per bulan," ungkapnya.

Selain itu, Mandiri juga telah meluncurkan produk tabungan rencana yang merupakan tabungan masa depan yang tidak bisa diambil setiap waktu dan setoran minimumnya Rp100 ribu per bulan.

"Tabungan ini punya jangka waktu yaitu mulai dari satu tahun hingga 20 tahun," kata Agus dengan menjelaskan tingkat suku bunga tabungan ini lebih tinggi dari tabungan biasa termasuk di dalamnya sudah ada proteksi asuransi jiwa yang dibayarkan oleh Bank Mandiri.

Sementara itu, untuk pengiriman uang, Mandiri Remittance saat ini rata-rata menerima 4,5 juta ringgit per bulan dari 3.000 hingga 4.000 transaksi yang menggunakan jasa pengiriman uang ini.

"Pengiriman uang melalui kami rata-rata 1.500 ringgit per hari. Tapi tahun ini kami targetkan sebanyak 15 ribu transaksi melalui jasa pengiriman kami ini sehingga total dana yang terkirim mencapai 22,5 juta ringgit," ungkapnya.

Menurut dia, target tahun ini sedikit lebih banyak dibanding tahun lalu yang sekitar 12 ribu transaksi per bulan. "Ada peningkatan tapi kecil. Ini karena keterbatasan gerai di sini. Saat ini sedang kami urus semuanya," paparnya.(*)
(T.N004/S022)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011