Laporan dari Kuala Lumpur

Warga antusias antri vaksinasi massal booster di Kuala Lumpur

Warga antusias antri vaksinasi massal booster di Kuala Lumpur

Warga negara Malaysia maupun warga asing yang tinggal di negara tersebut antusias mengikuti vaksinasi massal booster yang dibuka di Pusat Administrasi Vaksinasi Mega di World Trade Center Kuala Lumpur (PPV WTCKL), Sabtu. ANTARA Foto/Agus Setiawan (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Warga negara Malaysia maupun warga asing yang tinggal di negara tersebut antusias mengikuti vaksinasi massal booster yang dibuka di Pusat Administrasi Vaksinasi Mega di World Trade Center Kuala Lumpur (PPV WTCKL), Sabtu.

Warga terlihat mengantri mulai pukul 07.00 waktu setempat sedangkan pelaksanaannya dilakukan mulai pukul 08.30 pagi hingga jam 09.00 malam waktu setempat.

Sejumlah petugas dari Departemen Relawan Malaysia (Rela) dan Polisi Diraja Malaysia (PDRM) terlihat mengatur antrian yang nampak panjang mulai pintu utama WTC di depan Bank CIMB hingga di trotoar di depan Sunway Putra Mall (SPM) dan Hotel Seri Pasific di Jalan Putra.

Diantara yang nampak mengantri adalah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Bistari Condominium, Haikal, yang juga karyawan IT sebuah perusahaan di Malaysia.

"Lumayan cepat antriannya. Saya antri jam 08.30 pukul 09:30 sudah keluar," ujarnya.

Warga asing lainnya yang ikut mengantri adalah petugas penjaga keamanan kondominium yang sebagian besar berasal dari Nepal.

Vaksinasi booster yang dilakukan di lokasi tersebut hanya untuk vaksin AstraZeneca sedangkan sebelumnya vaksinasi AstraZeneca dosis pertama dan kedua juga dilakukan secara massal di tempat tersebut.

Sebelumnya Chief Operating Officer WTCKL, Fauzy Wahab, mengatakan vaksin AstraZeneca yang akan diberikan di lokasi ini kepada publik sebanyak 9.000 dosis setiap hari.

"Akan ada tiga health organizer yang terlibat dalam mega program vaksinasi di sini, yaitu BookDoc, BP Healthcare dan U.N.I Klinik,” ujarnya.

Dia mengatakan vaksinasi dilakukan dengan janji hanya melalui aplikasi MySejahtera atau pemberitahuan layanan pesan singkat (SMS) karena walk-in tidak lagi diperbolehkan.

Baca juga: Malaysia buka pendaftaran vaksinasi 'booster'
Baca juga: Malaysia berikan vaksin booster secara gratis
Baca juga: Malaysia luluskan Pfizer sebagai vaksin "booster"

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2022

20 tahun hilang, BP2MI pulangkan perempuan yang disekap di Malaysia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar