Kupang (ANTARA) - Dinas Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan bahwa satu warga di NTT diketahui terpapar COVID-19 varian baru Omicron.

Kadis Kesehatan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi NTT dr. Meserasih Ataupah dikonfirmasi ANTARA mengakui hal tersebut dan mengatakan bahwa ini merupakan kasus pertama Omicron di NTT.

"Varian baru itu diketahui ada di NTT setelah satu pasien yang diduga terpapar COVID-19 hasil swab PCR nya dikirim ke Jakarta pada Kamis (3/2) lalu," katanya.

Baca juga: Luhut: Meski kasus meningkat, perawatan RS lebih rendah dari delta

Pasien COVID-19 dengan varian baru Omicron itu ujar dia saat ini sudah menjalani isolasi dan ditangani oleh pemerintah Kota Kupang.

"Pasien itu merupakan warga Kota Kupang," tegasnya lagi.

Namun ujar dia, dengan adanya kasus itu masyarakat di NTT diimbau untuk tidak perlu khawatir karena varian baru ini tidak terlalu berbahaya seperti varian sebelumnya.

Lebih lanjut kata dia, dengan adanya kasus varian baru itu, ia mengimbau juga masyarakat di NTT untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Selain itu kesadaran akan vaksinasi COVID-19 juga perlu ditingkatkan sehingga tidak mudah terpapar COVID-19, khususnya bagi lansia yang ada di provinsi kepulauan itu.

Hal itu pulalah yang lanjut dia, diimbau oleh Presiden Joko Widodo agar percepatan vaksinasi dan ketaatan akan prokes adalah hal utama dalam mencegah menyebar nya kasus COVID-19.

Baca juga: Epidemiolog: Indonesia perlu perbaiki sistem pelaporan kasus COVID-19

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2022