Kementerian Kesehatan Malaysia juga berharap kepada Najib Razak menerima empat lagi denda yang dikirim melalui pos dimana pegawai Najib Razak enggan menerima sebelumnya
Kuala Lumpur (ANTARA) - Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamalludin mengeluarkan denda RM1.000 (Rp3 juta) kepada tokoh senior Democratic Action Party (DAP) Lim Kit Siang karena berpelukan saat menghadiri acara Kongres Ke-17 DAP yang berlangsung di Pusat Konvensi Ideal (IDCC), Shah Alam, Negara Bagian Selangor, Selasa.

"Kompaun sudah dikeluarkan kepada Lim Kit Siang," ujar menteri asal Partai UMNO tersebut di Kuala Lumpur, Selasa.

Khairy Jamaluddin juga berharap kepada mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak agar membayar satu denda yang dikeluarkan saat Pemilu Negara Bagian Johor yang masih belum tuntas.

"Kementerian Kesehatan Malaysia juga berharap kepada Najib Razak menerima empat lagi denda yang dikirim melalui pos dimana pegawai Najib Razak enggan menerima sebelumnya," katanya.


Baca juga: Malaysia akui sertifikat vaksin dari Vietnam

Khairy mengatakan denda terhadap Lim Kit Siang akibat kesalahan yang dilakukan pada 20 Maret yang lalu di IDCC tersebut telah diberikan kepada yang bersangkutan dan diterima oleh anak Lim Kit Siang, Lim Hui Ming.

Khairy mengatakan yang bersangkutan telah melanggar Pasal 16 (1) Peraturan-Peraturan Pencegahan dan Pengawalan Penyakit Menular (Langkah-Langkah di Dalam Kawasan Penularan Setempat) 2021 yaitu enggan mematuhi arahan dengan berpelukan dalam acara sosial.

Baca juga: Dua pemimpin parpol di Malaysia terjangkit COVID-19

Pada Senin sebelumnya Najib Razak melalui status di Facebook-nya telah mempersoalkan mengenai Lim Kit Siang yang tidak dikenakan denda setelah berpelukan di kongres partainya.

Pemerintah Malaysia saat ini dalam proses transisi endemik dalam penanganan wabah COVID dan 1 April mendatang baru membuka perbatasan internasionalnya.


Baca juga: Indef: G20 Indonesia antisipasi dampak panjang konflik Rusia-Ukraina

Baca juga: Penyintas Holokaus PDII terbunuh di perang Ukraina

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Fardah Assegaf
Copyright © ANTARA 2022