Kairo (ANTARA News) - Tim Kesenian KBRI Beirut beranggotakan mahasiswa, anggota Dharma Wanita dan Satuan Tugas Polisi Militer TNI yang bertugas di Lebanon mendukung Malam Amal di Beirut.

Siaran pers KBRI Beirut yang diterima ANTARA Kairo, Kamis menyebutkan, penampilan Tim Kesenian KBRI di Malam Amal pada akhir pekan lalu untuk kaum jompo di Lebanon tersebut memukau sekitar 600 dermawan yang hadir,

Mereka menunjukkan kebolehan, antara lain berupa Rampak Kendang, Kolintang, Angklung, Gamelan, Tari Merak dan Jaipong.

Duta Besar RI untuk Lebanon, Dimas Samodra Rum, mengatakan keikutsertaan Tim Kesenian KBRI Beirut ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antara RI dan Lebanon.

Kegiatan Amal itu diselenggarakan oleh Amour & Partage, bekerja sama dengan banyak sponsor termasuk Pemerintah dan kalangan Swasta Lebanon.

Dalam sambutannya, Presiden Amour & Partage, Dr. Salah Bou Raad menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang besar kepada para undangan dan pendukung termasuk Indonesia yang berkontribusi menyukseskan acara.

Bou Raad menjelaskan bahwa acara amal ini merupakan program tahunan, namun baru pertama kali melibatkan kelompok seni dari negara lain untuk mengisi acara.

Malam Amal dihadiri oleh pejabat Lebanon termasuk wakil Menteri Sosial Lebanon Wael Abou Faour dan masyarakat umum lainnya serta Duta Besar Perancis untuk Lebanon.

Para undangan yang hadir memberikan sumbangan dalam bentuk pembelian tiket yang dijual jauh hari sebelumnya seharga mulai dari 100 hingga 200 dolar AS.

Malam Amal berhasil mengumpulkan dana sejumlah 70 ribu dolar AS atau sekitar Rp 600 juta, yang diperoleh dari penjualan tiket dan dukungan sponsor.

Dana kemudian disalurkan dan dikelola oleh Amour & Partage kepada warga panti jompo yang bernaung di bawah organisasi ini.

Amour & Partage bermakna cinta dan berbagi merupakan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang sosial.

Dalam kesehariannya, organisasi ini memiliki panti jompo yang merawat sekitar 100 manusia lanjut usia (manula) miskin dari berbagai latar agama dan sekte di Lebanon.

Menurut Kepala Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Beirut, Ahmad Syofian, pengalaman tampil di Casino du Liban merupakan sejarah yang penting dicatat bagi seniman Indonesia karena terdapat pengakuan dan penghargaan publik kepada seni-budaya Indonesia.

"Panitia penyelenggara seperti disampaikan bagian hubungan masyarakatnya, Mona Skaff, menegaskan bahwa tim kesenian KBRI Beirut dengan penampilan kebudayaannya yang selama ini telah pentas di berbagai kota Lebaon, dipandang cukup mampu menarik para donatur dan sukses menyuguhkan tampilan kebudayaan negara Timur yang unik," ungkap Ahmad Syofian.

Casino du Liban kerap menjadi pusat kegiatan resmi Pemerintah dan swasta Lebanon terutama di bidang sosial dan budaya, termasuk antara lain pagelaran kontes Miss Lebanon dan resepsi diplomatik negara-negara asing di Lebanon.

Penampilan tim kesenian Indonesia yangjuga bekerja sama dengan artis setempat, Raja Kfoury dan Bushra El Hashimim mendapatkan sambutan meriah dari para penonton.

Musik tradisional Indonesia tampil memukau mengiringi lagu-lagu Arab yang dinyanyikan oleh kedua artis Lebanon tersebut, katanya.

(T.M043/S025)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2011